“ THE SAME BLOOD IN LOVE “
Cast :
Sehun and You
Other
Cast : Luhan, Mamamu, and Mama Sehun
Author :
Dwi Purnamandari
Length :
Chapter
Genre : Romantis
Happy Reading ^_^
Chapter 6
Sehun : baiklah, hyung kau tidur denganku
ya ?
Luhan : gomawo Sehun, baiklah, hyung akan
tidur bersamamu * tersenyum
Kalian pun menuju kamar kalian masing –
masing.
Sehun : hyung ayo tidur, lampunya jangan
di matikan ne?
Luhan : baiklah, hyung juga tidak suka gelap * tersenyum
Kalian pun tidur dengan lelap malam ini,
keesokan harinya kalian bangun dengan terburu-buru, karena jam sudah
menunjukkan pukul 6 pagi.
( Namkormu ) : oppa, Luhan, ayo cepat
bangun, kita nanti terlambat * teriak
Mereka sama sekali tidak menjawab, kamu
langsung membuka pintu kamar Sehun.
( Namkormu ) : oppa, ayo bangun * teriak
Sehun : chagi, ini jam berapa?
( Namkormu ) : ini sudah jam 6 oppa, ayo
bangun, nanti kita terlambat
Sehun : mwo ? jam 6, ya ampun * menepuk
jidat
( Namkormu ) : oppa, cepatlah mandi, biar
aku yang membangunkan Luhan
Sehun : Ne~
Sehun pun terburu-buru pergi ke kamar
mandi, sedangkan kamu masih harus membangunkan Luhan.
( Namkormu ) : Luhan, ayo cepat bangun
kita sudah terlambat
Luhan : emmm, ibu, aku masih mengantuk *
menarik lenganmu
( Namkormu ) : ehh~, ibu? Luhan ini aku (
Namkormu ) * heran
Luhan : eomma, tolong aku, aku harus
melakukan apa pada nya? * menangis sambil memejamkan mata
Luhan langsung menarikmu dan menidurkanmu
di sebelahnya.
Luhan : eomma, aku harus melakukan apa
pada Sehun, keluarganya sudah menghancurkan keluarga kita eomma? * menangis
( Namkormu ) : oppa, tolong aku * teriak
Luhan pun langsung terbangun karena
teriakanmu itu.
Sehun : ada apa chagi?
( Namkormu ) : emm, tidak ada apa-apa kok,
aku cuma ingin memberitahumu untuk lebih cepat mandinya * tersenyum
Sehun : oh, aku kira ada apa, apa Luhan
hyung sudah bangun?
( Namkormu ) : emm, sudah * tersenyum
Luhan pun menghampiri kalian, kamu pun
langsung menyuruh Luhan untuk cepat-cepat mandi.
( Namkormu ) : hyung, cepatlah mandi,
nanti kita terlambat * tersenyum
Luhan : Ne~
Luhan pun segerama mandi, dan setelah
Luhan selesai mandi, kamu langsung buru-buru pergi ke kamar mandi dan langsung
berganti pakaian.
( Namkormu ) : oppa, aku sudah selesai,
ayo kita berangkat * tersenyum
Sehun : ayo chagi, ayo hyung kita
berangkat * tersenyum
Luhan : Ne~
Kali ini kalian berangkat tidak dengan
berjalan kaki, tapi melainkan dengan Taxi, karena jika dengan berjalan kaki
kalian pasti akan terlambat ke sekolah. Setibanya di sekolah kalian langsung
berlari menuju kelas.
( Namkormu ) : untung saja tidak
terlambat, jika terlambat...
Sehun : ya, untung saja, jika terlambat,
kita pasti akan dihukum oleh guru galak itu
Luhan sedari tadi hanya diam termenung,
entah apa yang ia pikirkan, mungkin saja yang dia pikirkan kejadian tadi pagi
saat kamu membangunkannya.
Sehun : hyung, ada apa kenapa kau diam
saja?
Luhan : tidak ada apa-apa kok * tersenyum
( Namkormu ) : oppa, bolehkah aku
berbicara padamu? * berbisik
Sehun : boleh, berbicara tentang apa?
( Namkormu ) : akan aku tulis saja di
kertan ne?
Sehun : baiklah
Kamu pun menulis semuanya di kertas,
supaya tidak diketahui oleh Luhan.
( Namkormu ) : bagaimana oppa?
Sehun : aku tidak percaya keluargaku
seperti itu
( Namkormu ) : tenanglah oppa, bagaimana
kalau kita tanyakan saja kepada Luhan?
Sehun : begitukah menurutmu?
( Namkormu ) emm~ * menganggukkan kepala
Sehun : baiklah akan oppa tanyakan *
tersenyum
Luhan : Sehun-ah bolehkah aku mengatakan
sesuatu yang penting kepadamu?
Sehun : ehh, boleh hyung, memangnya ada
apa?
Luhan : begini... hyung takut kau marah
dengan hyung, sebelumnya maafkan hyung ne?
Sehun : tidak apa – apa, katakanlah hyung
* tersenyum
Luhan : baiklah. Sebenarnya hyung sudah
memata-mataimu dan ( Namkormu ), dari kalian berangkat sekolah sampai pulang,
mungkin ( Namkormu ) sudah tau, karena dia tadi menmbangunkan hyung, dan tidak
sengaja dia mendengar hyung mengigau.
Sehun : lalu apa masalahnya hyung ?
Luhan : Hun, masalahnya adalah, keluargamu
sudah jahat kepada keluarga hyung, makanya hyung ingin balas dendam, tapi
disaat hyung bertemu denganmu, hyung merasa kau sangat baik Hun, rasa balas
dendam itu, entah kenapa hilang begitu saja.
Sehun : memangnya keluargaku punya salah
apa ke keluarganya hyung?
Luhan : pada saat itu, aku masih kecil,
dan semua keluargaku dibunuh Hun, oleh keluargamu * menangis
Sehun : apa? * terkejut . Aku tidak
percaya itu semua hyung * menangis
Luhan : maaf Hun, hyung sudah membuatmu
menangis, sekali lagi maafkan aku Sehun, mungkin aku akan pergi dari
kehidupanmu * menangis
Sehun : jangan hyung, kau sudah aku anggap
sebagai kakak kandungku, tapi bagaimanapun juga aku minta maaf atas apa yang
sudah keluargaku lakukan kepada keluargamu hyung
Luhan : tidak apa-apa, hyung juga minta
maaf karena ingin balas dendam kepadamu * tersenyum . sudahlah adikku tersayang
jangan menangis lagi
Sehun : gomawo hyung * tersenyum
Kamu sedari tadi mendengarkan mereka
berbicara, kamu pun ikut menangis karena percakapan mereka. Kamu pun langsung
menghampiri Sehun dan Luhan.
( Namkormu ) : oppa, jangan menangis lagi
ne?
Sehun : chagi, gomawo ne * tersenyum
Luhan : ( Namkormu )-ya, maafkan aku tadi
pagi, karena sudah lancang
( Namkormu ) : tidak apa-apa kok hyung,
aku sudah memaafkanmu * tersenyum
Luhan : ya sudah, sekolah sudah sepi, ayo
kita pulang?
Sehun : Ne~, tapi kau sekarang kemana
hyung?
Luhan : mungkin aku harus mencari tempat
tinggal Hun * tersenyum
Sehun : bagaimana kalau hyung tinggal di
rumah ( Namkormu ) saja?
( Namkormu ) : ne, bagaimana kalau begitu
saja, juga masih ada kamar kosong, atau kau bisa tudur dengan Sehun * tersenyum
Luhan : benarkah, terima kasih ya (
Namkormu ), terima kasih Hun * tersenyum
Sehun & ( Namkormu ) : sama-sama hyung
* tersenyum
Kalian pun pulang kerumah dengan perasaan
gembira, setibanya di rumah, ternyata Mama mu sudah datang dari luar kota.
( Namkormu ) : mama, kau sudah datang,
kapan kau pulang?
Mama : barusan chagi, apa kamu lapar ?
( Namkormu ) : Ne~, aku sangat rindu
masakan mama * tersenyum
Mama : Sehun, bagaimana keadaanmu, siapa
yang kau ajak ini?
Sehun : baik ma, ini hyung baruku ma,
namanya Xi Luhan * tersenyum
Mama : apa, Luhan ? sepertinya mama kenal
nama itu
Sehun : benarkah ma? Apa dia boleh tinggal
bersama kita ?
Mama : boleh saja, asal kalian akur, oh ya
Luhan, kau boleh memanggilku mama juga * tersenyum
Luhan : gomawo Ma * tersenyum
Sehun : gomawo ya ma, ngomong-ngomong (
Namkormu ) kemana?
Mama : oh, tadi dia sudah kekamar duluan
Sehun : baiklah, aku menyusul pacarku dulu
ya ma? Ayo hyung
Mama : baiklah * tersenyum
Sehun dan Luhan pun menghampirimu yang ada
di kamar, ternyata kamu sudah tidur.
Sehun : hyung, bisakah kau tinggalkan kami
sebentar?
Luhan : ehh, Ne, baiklah
Sehun : terima kasih hyung * tersenyum
Sehun pun langsung menghampirimu dan
membangunkanmu dengan satu ciuman
CHU~
Kamu pun langsung terbangun dan terkejut
karena Sehun sudah ada di depanmu dengan jarak 5 cm.
( Namkormu ) : oppa, apa yang kau lakukan
di sini, apa kau melakukan hal yang aneh?
Sehun : tidak, oppa hanya ingin
membangunkanmu saja, oppa tidak melakukan hal yang aneh-aneh kok * tersenyum
( Namkormu ) : benarkah, yasudah kalau
begitu, ayo kita membantu mama memasak ?
Sehun : shireo, oppa ingin bersamamu chagi
* tersenyum
( Namkormu ) : aishh, oppa, kau ini
CHU~
Sehun : oppa sangat mencintaimu chagi
( Namkormu ) : oppa, aku juga mencintaimu
* tersenyum
Sehun : chagi kita tunggu saja disini
sampai mama memangil kita
( Namkormu ) : baiklah * tersenyum
Selama kalian di dalam kamar ternyata
Luhan sedari tadi mendengarkan percakapan kalian, di tersenyum melihat
dongsaengnya bahagia, tapi kenapa disisi lain Luhan merasakan hal yang
mengganjal di dalam hatinya.
Luhan : ada apa denganku, tidak mungkin
aku mencintai ( Namkormu ), dia sudah dimiliki oleh Sehun, dongsaengku
tersayang. Aku harus melupakan perasaan ini, bagaimana pun caranya
Luhan pun pergi ke dapur menghampiri Mama
untuk sekedar membantu memasak.
Luhan : mama, bolehkah aku membantumu?
Mama : boleh, ayo kemari chagi * tersenyum
Luhan pun kaget akan kata-kata Mama, dia
seperti bersama ibunya yang sudah tiada.
Luhan : gomawo ma * tersenyum
Mama : Ne~ * mengelus rambut Luhan
Entah kenapa Luhan pun langsung meneteskan
air mata dan menangis di pelukan Mama.
Luhan : Ma, bolehkah aku selamanya
menganggapmu Mamaku sendiri?
Mama : tentu saja boleh, kenapa tidak.
Jangan menangis lagi chagi
Luhan : gomawo Ma * tersenyum
Mama : Mama merasa bahagia berada di dekat
Luhan, jadi jagan menangis lagi ya * tersenyum
Luhan : Ne Ma, sekali lagi terima kasih ma
* tersenyum
Sementara Mama dan Luhan ada di dapur,
kalian masih di kamar berdua, kalian dikamar sangat bahagia.
Sehun : chagi, bagaimana kalau kita
melakukan pertunangannya 3 minggu lagi ?
( Namkormu ) : Ne? 3 minggu lagi?
Sehun : ia, 3 minggu lagi kan kita free
chagi
( Namkormu ) : baiklah oppa, tapi kita
harus mengatakannya kepada mama dulu
Sehun : baiklah
Gimana ?
Next ??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar