“ THE
SAME BLOOD IN LOVE “
Cast :
Sehun and You
Other
Cast : Luhan, Mamamu, and Mama Sehun
Author :
Dwi Purnamandari
Length :
Chapter
Genre :
Romantis
Happy Reading ^_^
Chapter 8
Sehun : * mengakhiri ciuman. Oh ya, dari tadi kenapa aku
tidak melihat Luhan hyung ya?
( Namkormu ) : aku juga oppa, aku sama sekali tidak
melihatnya * bingung
***
Sesaat sebelum kalian melakukan pertunangan, Luhan sudah
meninggalkan rumahmu dan meninggalkan sepucuk surat di dekat TV, dengan harapan
kalian menemukannya dan membacanya. Luhan pergi dengan alasan yang tak lain dan
tak bukan adalah untuk melupakanmu, tak ingin sakit hatik, dan tak ingin
merusak hubunganmu dengan Sehun.
( Namkormu ) : oppa,
bagaimana kalau kita telpon hyung saja dulu?
Sehun : baiklah, oppa sangat khawatir chagi
Sehun pun langsung mengambil ponselnya, dan langsung
menelpon Luhan. Tapi sayang sekali tidak ada jawaban dari Luhan. Sehun mencoba
sekali lagi, tapi usaha itu gagal, lagi-lagi tidak ada jawaban sedikitpun.
Sehun pun mulai khawatir.
Sehun : chagi, tidak ada jawaban sama sekali dari hyung,
bagaimana ini ?
( Namkormu ) : oppa, jangan khawatir, mungkin Hpnya mati,
dan mungkin dia pergi ke suatu tempat * tersenyum
Sehun : benarkah, tapi perasaanku benar-benar tidak enak
chagi
( Namkormu ) : sudahlah, mungkin kau lelah oppa, ayo aku
antar kekamarmu untuk istirahat * tersenyum
Sehun : baiklah * memegang tanganmu
Kamupun mengantarkan Sehun kekamarnya, kamu pun menyuruh
Sehun untuk tidur. Sementara Sehun sudah tidur, kamu pergi kekamarmu untuk
beristirahat.
Sementara kalian berdua beristirahat, Luhan sudah berada
di bandara untuk pergi ke Beijing, dia ingin menjernihkan pikirannya.
Luhan : mianhae Sehun, aku benar-benar minta maaf karena
sudah pergi tanpa berkata apapun padamu, tapi setidaknya aku sudah meninggalkan
surat, semoga saja kau membacanya *gumam Luhan
Luhan pun meneteskan air mata, seakan dia tidak ingin
pergi meninggalkan kalian, tapi disisi lain itu semua harus dia lakukan.
Pemberitahuan akan penerbangan ke Beijing pun terdengar, Luhan segera menghapus
air matanya dan segera bersiap-siap untuk naik pesawat. Perjalanan Luhan menuju
Beijing pun dimulai, beberapa jam kemudian Luhan sudah tiba di Beijing. Luhan pun
tersenyum melihat kampung halamannya itu.
***
Sehun pun terbangun dari tidurnya.
Sehun : chagi, apa sudah ada kabar dari Luhan hyung?
*khawatir
( Namkormu ) : belum oppa
Sehun : ya ampun, hyung kau pergi kemana, ini sudah larut
hyung, aku khawatir denganmu * cemas
Kamu tak sengaja melihat kertas yang ada di dekat TV dan
kamupun mengambilnya.
( Namkormu ) : oppa, ini ada surat dari Luhan hyung *
membacakan surat
Sehun dan ( Namkormu ) selamat atas pertunangan
kalian,maaf hyung tidak hadir di sana, tapi hyung bahagia melihat kalian
bahagia.
Hyung meninggalkan rumah karena alasan tertentu, mungkin
jika hyung mengatakannya kalian akan terluka, jadi lebih baik hyung memendamnya
saja.
Maaf karena sudah membuat kalian khawatir, oh ya hyung
titip salam pada mama ya, tolong sampaikan salam hyung. Sekali lagi maafkan
hyung karena sudah merepotkan kalian, tapi hyung sangat bahagia bisa mengenal
kalian semua termasuk mama.
Tolong jangan cari hyung...
Terima kasih sudah menjadi keluarga hyung
Luhan
Sehun pun langsung meneteskan air mata, ia benar-benar
sedih mendengar itu semua, perasaannya kini campur aduk, entah kecewa, sedih, khawatir,
penuh pertanyaan dan masih banyak lagi, ingin rasanya dia berteriak untuk
menghilangkan perasaan ini, tapi sia-sia saja.
Sehun : hyung, ada apa denganmu, kenapa kau seperti ini,
aku menyayangimu hyung, kenapa kau meninggalkanku? * menangis
( Namkormu ) : sudahlah oppa, jangan mengangis lagi,
nanti hyung juga ikut sedih jika tau semua ini * menyandarkan kepala Sehun di
bahumu
Sehun : bagaimana tidak chagi, hyung benar-benar....
entak kecewa atau khawatir, oppa benar-benar ingin bertemu dengan Luhan hyung
sekarang chagi * menangis
( Namkormu ) : sudahlah oppa, mungkin ini semua yang
terbaik untuk hyung, jangan menangis lagi ne? * mengusap air mata Sehun
Kamu pun masih terduduk dengan Sehun menyandar di bahumu,
dan dengan air mata Sehun yang membasahi pipinya.
***
Keesokan harinya kamu membangunkan Sehun, kamu pun
terkejut dengan keadaan Sehun. Kamu meraba dahinya, ternyata dahinya sangat
panas, kamupun pergi mengambilkan kompres untuk Sehun. Kamupun mengompres
dahinya, selama kamu mengompres Sehun, Sehun terus saja mengigaukan Luhan, ia
terus saja memanggil nama Luhan.
Sehun : hyung, jangan pergi, jangan tinggalkan kami hyung
* meneteskan air mata
( Namkormu ) : ya ampun oppa, kau sangat menyayangi hyung
mu itu, sampai-sampai kau mengigaukannya
Selesai kamu mengopres, kamu hendak pergi ke dapur untuk
membuat bubur, tapi Sehun langsung menahan lenganmu, mau tidak mau kamu pun
harus tetap di sana menemani Sehun.
Sehun : chagi, jangan tinggalkan oppa, oppa takut
kehilangan orang tersayang lagi * membuka matanya
( Namkormu ) : Ne~ aku tidak akan meninggalkanmu, aku
akan selalu berada di sisimu oppa * mencium kening Sehun
Sehun : gomawo ne chagi * tersenyum
Sehun pun kembali tertidur, selama Sehun tidur, ia masih
tetap menggenggam tanganmu dengan erat, sehinggak kamu tidak bisa melakukan
apa-apa selain berada di sebelah Sehun.
Malam pun tiba, kamu merasa sangat mengantuk, kamu pun
menaruh kepalamu di sebelah tangan Sehun, matamu pun semakin lama semakin
menutup.
Pagi pun mulai menyapa, Sehun pun terbangun dan terkejut
melihatmu tertidur pulas, ia pun tersenyum melihatmu. Lama Sehun melihatmu,
kamu pun terbangun.
( Namkormu ) : oppa kau sudah sa.....
Kata-katamu terputus ketika Sehun langsung mendaratkan
bibirnya di bibirmu, Sehun pun langsung melumat bibirmu dengan lembutnya,
awalnya kamu terkejut, tapi lama-kelamaan kamu merasa damai akan ciuman ini,
kamupun memejamkan matamu. Sehun dan kamu saling melumat satu sama lain dengan
lembutnya. Tapi , kamu langsung mengakhiri ciuman itu.
Sehun : ada apa chagi ?
( Namkormu ) : ah, ani, aku hanya ingin bertanya, apa kau
lapar oppa ?
Sehun : ehh, bagaimana kau tau chagi ? * heran
( Namkormu ) : tadi perutmu bunyi oppa * tertawa kecil
Sehun : hehehe, mianhae chagi * tersenyum sambil
menggaruk tengkuknya
( Namkormu ) : tak apa, aku akan membuatkan sarapan
untukmu * tersenyum dan berlalu
Kamu pun langsung membuatkan bubur untuk Sehun yang dari
tadi malam belum makan. Sesegera mungkin kamu membuatkannya, karena kamu tidak
ingin Sehun menunggu.
( Namkormu ) : oppa, ini sudah selesai, ayo makanlah *
memberikan bubur
Sehun : shireo, oppa ingin kau menyuapi oppa * tersenyum
( Namkormu ) : aisshh, oppa kau seperti anak kecil saja
Sehun : ayolah chagi * merengek-rengek
( Namkormu ) : baiklah oppaku tercinta * tersenyum
Kamu pun menyuapi Sehun. Sejenak rasa kehilangan Luhan
pun hilang karena kegembiraan kalian.
( Namkormu ) : oppa, kenapa kita tidak sekolah ya?
Sehun : yakk, chagi, kita kan libur sekarang
( Namkormu ) : benarkah, kok aku lupa ya *
menggaruk-garuk kepala yang tak gatal
Sehun : chagi, kau cantik-cantik tapi kok pikun sih *
heran
( Namkormu ) : hehehe, maklum lah oppa, banyak pikiran
Sehun : memangnya apa yang kau pikirkan ?
( Namkormu ) : aku memikirkanmu oppa * tersenyum
Sehun : aishh, kau bisa saja chagi * mengacak-acak pucuk
rambutmu
Kalian pun tertawa satu sama lain, tiba-tiba mama pun
datang dari kantor.
Mama : ehh, kenapa rumah sepi? Mana Luhan?
Seketika raut wajah kalian pun berubah menjadi sedih.
Mama : ada apa, kenapa wajah kalian sedih begini,
bukankah kalian baru bertunangan * heran
Sehun : Luhan meninggalkan rumah ma * meneteskan air mata
Mama : apa ? * shock dan pingsan
Sehun : ma, bangunlah ma * panik
Sehun pun langsung membawa mama ke kamar, Sehun langsung
merebahkan mama di ranjang.
Sehun : astaga ma, bangunlah * menangis. Chagi, tolong
ambilkan minyak angin
( Namkormu ) : Ne~ * mengambil minyak angin
Sehun : hyung apa yang sudah kamu lakukan, kau sudah
membuatku khawatir dan sakit, sekarang kau membuat mama pingsan * menangis
( Namkormu ) : ini oppa * memberikan minyak angin
Sehun : gomawo ne * tersenyum
( Namkormu ) : oppa, apa kau menangis lagi, janganah
bersedih, mama pasti sadar * menenangkan Sehun
Sehun : gomawo sudah berada di sisi oppa * tersenyum
( Namkormu ) : Ne~, terima kasih juga karena sudah masuk
di kehidupanku oppa * tersenyum
Sehun pun langsung mengobati mama, dan beberapa menit
kemudian mama pun tersadar.
( Namkormu ) : ma, bagaimana keadaanmu?
Mama : mama baik-baik saja sayang * tersenyum
Sehun : syukurlah * tersenyum
Mama : ngomong-ngomong, kenapa Luhan bisa meninggalkan
rumah,apa kalian bertiga bertengkar?
Sehun : tidak ma, aku juga tidak tau
Mama : terus ada apa ?
( Namkormu ) : begini ma, hyung meninggalkan surat ma,
katanya dia pergi karena suatu hal yang tak bisa ia katakan, dan jika ia
mengatakannya dia takut aku dan Sehun sakit hati, dia juga bilang kalau dia
bahagia mengenal kita semua termasuk mama.
Mama : jadi dia pergi kemana, apa kalian sudah
menghubunginya ?
Sehun : sudah ma, tapi dia tidak mengangkatnya, dan juga
dia menyuruh jangan mencarinya
Mama : ya ampun, sebenarnya ada apa, sebaiknya kita cari
dia sekarang
Sehun : tapi ma, aku tidak tau dia dimana?
( Namkormu ) : oppa , apa mungkin dia pergi ke Cina?
Sehun : mungkin saja
Mama : ya sudah ayo kita cari dia ke Cina, kita bujuk dia
untuk pulang ne? * tersenyum
Sehun & kamu : ne ma * mengangguk
Keesokan harinya, kalian langsung memesan tiket pesawat
untuk bisa pergi ke Cina. Kalian langsung berangkat, dan beberapa jam kemudian
kalian tiba di Beijing. Sehun kembali menelpon Luhan, dan Luhan pun
mengangkatnya.
Sehun : hyung, kau kemana saja? Aku khawatir denganmu
Luhan : aku di kampung halamanku Hun, tolong kau jangan mencariku * meneteskan air mata
Sehun : bagaimana aku tidak khawatir, aku harus mencarimu
hyung * menangis
Luhan langsung memutus panggilan telponnya.
( Namkormu ) : oppa, sepertinya aku tau dimana kampung
halaman Luhan
Sehun : benarkah, darimana kau tau?
( Namkormu ) : dulu dia pernah mengatakannya
Sehun : ya sudah, ayo kita langsung kesana, ayo ma
Kalian pun langsung menuju kampung halaman Luhan,
setibanya disana kamu, Sehun, dan mama langsung mencari keberadaan Luhan.
Karena kamu fokus mencari Luhan, tidak sengaja kamu menabrak seorang, kamu pun
langsung meminta maaf dan kamu pun terkejut akan seorang namja yang kamu
tabrak.
( Namkormu ) : mianhae, maafkan aku, aku tidak hati hati
* berdiri. Ehhh, hyung ? * kaget
gimana??
next??
Note : tolong berikan kritik dan saran. Tolong tinggalkan jejak ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar