“ THE SAME BLOOD IN LOVE “
Cast :
Sehun and You
Author :
Dwi Purnamandari
Length :Chapter
Genre :
Romantis
Ini
merupakan ff pertama yang aku buat, jadi wajar kalok ada banyak typo
bertebaran, dan mianhae kalok ffnya jelek J .
Happy
Reading ^^
Chapter 1
Matahari mulai menampakkan wajahnya, gadis
itu pun mulai menggeliatkan badannya dan mengusap usap matanya, bertanda ia
sudah bangun. Ia melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 8.00.
( Namkormu ) : Kyaaa, sudah jam 8, aku
sudah terlambat pergi kesekolah *tergesa-gesa dan berteriak
Mama : ( Namkormu )-ah, kau lupa ini kan
hari minggu *mengerutkan dahi
( Namkormu ) : Benar kah ma, benarkah aku
tidak terlambat?
Mama : Ia, benar. Sekarang tolong bantu
mama, tolong kau pergi ke supermarket membeli bahan-bahan masakan ya.
*tersenyum
( Namkormu ) : siip ma, aku pergi dulu ya
*beranjak dari hadapan mama. Ehh aku lupa, mana uangnya ma?
Mama : makanya jangan terburu-buru dulu,
ini uangnya dan daaftar apa saja yang harus dibeli *menyodorkan uang dan daftar
( Namkormu ) : hehehe, mianhae mama
*nyengir
Untunglah hari ini hari minggu, jadi kamu
tak terlambat ke sekolah. Mama menyuruhmu pergi ke supermarket untuk membeli
segala bahan yang ada di list ini, di perjalanan menuju supermarket, kamu
melihat insiden tabrak lari, tanpa tanggung tanggung kamu langsung menghampiri
korban itu, entah kenapa pikiranmu menyuruhmu harus kesana.
( Namkormu ) : hei tuan, bangunlah *panik
Namja itu berlumuran darah dan tidak
kunjung membuka matanya, disana banyak sekali orang berkerumbunan melihat namja
itu dan kamu.
( Namkormu ) : seseorang tolong panggil
ambulance *teriakku
Tanpa pikir panjang seeorang langsung
menghubungi ambulance, dan beberapa menit kemudian ambulance pun datang.
Namja itu dimasukkan ke mobil ambulance,
dan kamu pun ikut bersamanya.
Petugas : Nona, anda siapanya korban?
( Namkormu ) : aku hanya kebetulan lewat
saja... Emm, aku temannya *ragu bagaimana kondisinya pak? *bingung
Petugas : kondisinya masih belum stabil,
karena dia kehilangan banyak darah
( Namkormu ) : kasiannya dirimu tuan
*menatap lirih
Setibanya di rumah sakit, namja itu
lanngsung di bawa ke ruang UGD, kamupun hanya bisa mengiringinya dari belakang,
setelah 1 jam berlalu, dokterpun keluar dari ruang tersebut.
( Namkormu ) : dokter, bagaimana keadaannya?
*penuh harapan
Doker : dia kekurangan darah, karena
darahnya banyak keluar sewaktu kecelakaan, nona ini siapanya pasien?
( Namkormu ) : aku temannya dok, jika
boleh tau golongan darah pasien apa?
Dokter : golongan darah pasien adalah O
( Namkormu ) : bisakah aku mendonorkan
darahku untuknya, golongan darah kami sama dok.
Dokter : baiklah, mari ikut saya.
Darahmu pun sudah didonorkan kepada namja
itu, tiba-tiba suster datang dan membawakan pakaian milik namja itu, kamu pun
melihat pakaiannya dan ternyata ada dompet disana.
( Namkormu ) : *melihat tanda pengenal. Oh
namanya Sehun, Oh Sehun *tersenyum
Tiba-tiba namja itu pun sadar
( Namkormu ) : tuan kau sudah sadar?
Bagaimana perasaanmu, apa kau tau siapa namamu?
Sehun : ne, aku merasa sedikit pusing. Naenun
Sehun, Oh Sehun imnida, neo nuguya?
( Namkormu ) : aku ( Namkormu ) imnida,
aku yang menolongmu dan mengantarmu kesini.
Tiba-tiba ponselmu berbunyi, rupanya dari
mama.
( Namkormu ) : Ia, ada apa ma?
Mama : ( Namkormu ), kau dimana? Kenapa
kamu lama sekali?
( Namkormu ) : aku di rumah sakit ma, tadi
ada kecelakaan, jadi aku menolong korban membawanya kerumah sakit ma.
Mama : baiklah, mama kira ada apa, yasudah
mama tutup dulu ya, cepat pulang.
( Namkormu ) : Ne.
Sehun : apa tadi itu ibumu?
( Namkormu ) : Ne, dia ibuku. Oh ya apa
kau punya saudara di sini?
Sehun : *menunduk. Tidak, aku tidak punya
siapa siapa disini
( Namkormu ) : yasudah, jangan bersedih,
aku akan menjengukmu setiap hari kesini *tersenyum manis
Sehun : Gomawo ne *tersenyum
( Namkormu ) : Baiklah aku pulang dulu ne?
*berlalu
Setiap hari kamu datang untuk menjenguk
Sehun, dan makin hari kondisinya semakin membaik.
( Namkormu ) : Sehun oppa, sekarang oppa
sudah bisa pulang, karna oppa tidak punya siapa siapa, sebaiknya tinggal
dirumahku saja, mama juga sudah mengijinkan.
Sehun : kau memanggilku oppa?
( Namkormu ) : apa salah, apa ada yang
aneh ?
Sehun : ahh, tidak ada, aku mulai
menyukainya. Gomawo ne ( Namkormu )-shi
Setibanya di rumah kedatangan kalian
disambut oleh mama
Mama : selamat datang Sehun-shi, wah kau
sangat tampan dan putih *tertawa
Sehun : ehh, gamsahamnida Bi *tersipu malu
Mama : jangan panggil bibi, panggil saja
mama oke.
( Namkormu ) : mama apa-apaan sih, jangan
diajak bercanda dulu dong Sehun oppa, kasi dia istirahat dulu.
Mama : baiklah, sehun kamu bisa istirahat,
kamarmu ada di sebelah kamarnya ( Namkormu ).
Sehun : terimakasih ma *tersenyum
Keesokan harinya, kamu dan Sehun pergi
kesekolah, dan setibanya di sekolah kamu mengantar sehun ke ruang guru untuk
mendapatkan kelas.
Sehun : ( Namkormu )-ya aku mendapatkan
kelas 2-D
( Namkormu ) : wahh, oppa kita satu kelas,
mari kita sama sama kekelas *tersenyum riang
Setibanya di kelas smeua murid melihatmu
dan Sehun dengan tatapan kagum dan penuh pertanyaan.
Siwa : wahh, siapa namja tampan dan putih
yang diajak ( Namkormu ) itu? Apa dia pacarnya?
Kata-kata itulah yang dilontarkan
kebanyakan siswa. Guru pun datang dan menyuruh Sehun memperkenalkan diri.
Guru : Tolong perkenalkan dirimu nak.
Sehun : baik, Annyeong~ naenun Oh Sehun imnida,
kalian bisa memanggilku Sehun saja, senang bisa berkenalan dengan kalian
Guru : Sehun, kamu bisa duduk di
sebelahnya ( Namkormu ).
Sehun : Ne.
Jam pun berlalu, dan tidak disangka waktu
pulang pun tiba, kamu dan Sehun berjalan bersama, wajahmu sangan kusut hari
ini.
Sehun : ( Namkormu )-ya, ada apa, kenapa
kamu menekuk wajahmu seperti itu? *kebingungan
( Namkormu ) : bagaimana tidak, hari ini
guru memberikan tugas yang banyak sekali, arrgg, aku bisa mati
Sehun : ( Namkormu ) kau sangat lucu, aku
ingin tertawa melihatmu
( Namkormu ) : yakkkk, Sehun oppa, apa
yang lucu hah?
Sehun : kau sangat menggemaskan *mencubit
pipimu lalu berlari
( Namkormu ) : yakkk, oppa jangan kabur,
sakit tau
Sehun : mianhae, abis kamu lucu sih
*menjulurkan lidahnya
Setibanya dirumah kamu membanting tasmu
dan menaruh pakaianmu sembarangan, karena kamu harus segera membuat tugas yang
banyak dan harus di setor besok.
( Namkormu ) : aissh, kenapa guru itu
memberikan tugas yang banyak sekali, memangnya dia tidak pernah menjadi murid
apa *ocehmu
Ocehanmu sampai terdengan ke kamar Sehun
dan Sehunpun mendengar ocehanmu itu.
Sehun : yaakk, ( Namkormu ), kenapa kau
selalu mengoceh, telingaku bisa tuli mendengarnya *ledekku
( Namkormu ) : bagaimana tidak mengoceh,
tugas ini banyak sekali, aku harus begadang menegrjakannya *memanyuggak bibirmu
layaknya bebek.
Sehun : ayolah, jangan seperti itu, mari
kita buat bersama-sama, kan tugas kita sama *tersenyum
( Namkormu ) : oh iya, kenapa aku lupa
*nyengir sambil garuk rambut
Tugasmu pun kamu kerjakan bersama Sehun,
dan tidak kalian sangka jam sudah menunjukkan pukul 11 malam
( Namkormu ) : aku mulai mengantuk oppa,
mana tugasnya belum selesai, padahal harus disetor besok *menutup matamu
Sehun : ( Namkormu ), kenapa kamu lucu
sekali sih, sudah tidur masih juga mengomel *melirikmu dan tersenyum. Kenapa
jantungku berdetak kencang saat melihat ( Namkormu )?
Keesokan harinya, kamu terbangun, dan
teringat bahwa tugas belum selesai dibuat, tidak sengaja kamu melihat Sehun
yang tertidur pulas, kamu pun menatap Sehun dalam.
( Namkormu ) : Sehun oppa, kau sangat
tampan dalam tidurmu *tersenyum dan melamun
Tidak kamu sadari ternyata Sehun mulai
membuka matanya dan melihatmu juga.
Sehun : ( Namkormu )-ya, kau sangat
cantik, walaupun baru bangun tidur *gumamnya
Kata-kata Sehun itu membangunkanmu dari
lamunanmu, dan kamu pun tersadar akan tugas yang belum selesai kamu buat.
( Namkormu ) : ehhh, Sehun oppa, bagaimana
ini, tugas belum selesai, mana sekarang sudah pagi, kita haru segera
menyelesaikannya, tugas itu harus disetor sekarang *omelmu
Sehun : suttthh, diam, tugasnya suda oppa
selesaikan kemarin *menutup mulutmu dengan telunjuknya
( Namkormu ) : hehehe, gomawo oppa, mian
aku banyak ngomel * nyengir
Hari ini tugas itu sudah siap untuk
disetor, dan kalian pun berangkat kesekolah bersama-sama. Di sekolah kalian
langsung menuju kelas karena takut terlambat.
( Namkormu ) : kenapa tadi disaat Sehun
oppa menyentuh bibirku dengan tangannya aku merasa deg degan ya * dalam hati
Sehun : ( Namkormu )-ya, bisakah kita bicara
setelah pulang sekolah?
( Namkormu ) : bisa oppa, memangnya ada
apa?
Sehun : pokoknya penting.
Bel pulang sekolahpun berbunyi, para siswa
berhamburan keluar kelas dan menuju rumah masing-masing, tak terkecuali Sehun
dan kamu.
( Namkormu ) : Oppa, ada apa, katanya
ingin mengatakan sesuatu padaku. * penuh pertanyaan
Sehun : iya, oppa ingin mengatakan sesuatu
yang penting, ini tentang perasaan oppa kepadamu ( Namkormu ). Oppa rasa oppa
mulai menyukaimu sejak kita pertama bertemu, kamu sudah menolong oppa, walau
kamu tidak kenal siapa oppa. Dan sekarang oppa ingin jujur padamu, sebenarmya
oppa memiliki keluarga yang sangat kaya, dan oppa berbohong kepadamu tentang
semua itu, agar oppa bisa dekat dengamu. Dan sekarang oppa menyukaimu. Maukah
kamu menjadi pacar oppa? *tersenyum
( Namkormu ) : kenapa oppa seperti itu,
kenapa oppa tidak jujur saja, jika jujur mungkin tidak seperti ini jadinya, aku
juga sudah terlanjur suka pada oppa, alasannya juga sama dengan oppa, aku sudah
mulai suka pada pertemuan pertama denganmu oppa. *meneteskan air mata dan
tersenyum
Sehun : Mianhae, oppa benar benar minta
maaf, oppa sudah berbohong padamu, sekarang apa kamu mau jadi pacar oppa?
( Namkormu ) :emmm.......Ne, aku mau oppa,
asal oppa tidak pernah berbohong lagi kepadaku!
Sehun : Ne, arraseo, oppa tidak akan
pernah berbohong apa lagi membuatmu menangis, opa tidak akan pernah melakukan
itu. Gomawo ( Namkormu ) gomawo chagiya * tersenyum
( Namkormu ) : terima kasih juga Sehun
oppa *tersenyum bahagia
Next??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar