Kamis, 25 Desember 2014

FanFiction EXO "The Same Blood In Love"






“ THE SAME BLOOD IN LOVE “
Cast : Sehun and You
Other Cast : Luhan, Mamamu, and Mama Sehun
Author : Dwi Purnamandari
Length : Chapter
Genre : Romantis

Happy Reading ^_^

Chapter 8
Sehun : * mengakhiri ciuman. Oh ya, dari tadi kenapa aku tidak melihat Luhan hyung ya?
( Namkormu ) : aku juga oppa, aku sama sekali tidak melihatnya * bingung
***
Sesaat sebelum kalian melakukan pertunangan, Luhan sudah meninggalkan rumahmu dan meninggalkan sepucuk surat di dekat TV, dengan harapan kalian menemukannya dan membacanya. Luhan pergi dengan alasan yang tak lain dan tak bukan adalah untuk melupakanmu, tak ingin sakit hatik, dan tak ingin merusak hubunganmu dengan Sehun.
( Namkormu ) : oppa,  bagaimana kalau kita telpon hyung saja dulu?
Sehun : baiklah, oppa sangat khawatir chagi
Sehun pun langsung mengambil ponselnya, dan langsung menelpon Luhan. Tapi sayang sekali tidak ada jawaban dari Luhan. Sehun mencoba sekali lagi, tapi usaha itu gagal, lagi-lagi tidak ada jawaban sedikitpun. Sehun pun mulai khawatir.
Sehun : chagi, tidak ada jawaban sama sekali dari hyung, bagaimana ini ?
( Namkormu ) : oppa, jangan khawatir, mungkin Hpnya mati, dan mungkin dia pergi ke suatu tempat * tersenyum
Sehun : benarkah, tapi perasaanku benar-benar tidak enak chagi
( Namkormu ) : sudahlah, mungkin kau lelah oppa, ayo aku antar kekamarmu untuk istirahat * tersenyum
Sehun : baiklah * memegang tanganmu
Kamupun mengantarkan Sehun kekamarnya, kamu pun menyuruh Sehun untuk tidur. Sementara Sehun sudah tidur, kamu pergi kekamarmu untuk beristirahat.
Sementara kalian berdua beristirahat, Luhan sudah berada di bandara untuk pergi ke Beijing, dia ingin menjernihkan pikirannya.
Luhan : mianhae Sehun, aku benar-benar minta maaf karena sudah pergi tanpa berkata apapun padamu, tapi setidaknya aku sudah meninggalkan surat, semoga saja kau membacanya *gumam Luhan
Luhan pun meneteskan air mata, seakan dia tidak ingin pergi meninggalkan kalian, tapi disisi lain itu semua harus dia lakukan. Pemberitahuan akan penerbangan ke Beijing pun terdengar, Luhan segera menghapus air matanya dan segera bersiap-siap untuk naik pesawat. Perjalanan Luhan menuju Beijing pun dimulai, beberapa jam kemudian Luhan sudah tiba di Beijing. Luhan pun tersenyum melihat kampung halamannya itu.
***
Sehun pun terbangun dari tidurnya.
Sehun : chagi, apa sudah ada kabar dari Luhan hyung? *khawatir
( Namkormu ) : belum oppa
Sehun : ya ampun, hyung kau pergi kemana, ini sudah larut hyung, aku khawatir denganmu * cemas
Kamu tak sengaja melihat kertas yang ada di dekat TV dan kamupun mengambilnya.
( Namkormu ) : oppa, ini ada surat dari Luhan hyung * membacakan surat
Sehun dan ( Namkormu ) selamat atas pertunangan kalian,maaf hyung tidak hadir di sana, tapi hyung bahagia melihat kalian bahagia.
Hyung meninggalkan rumah karena alasan tertentu, mungkin jika hyung mengatakannya kalian akan terluka, jadi lebih baik hyung memendamnya saja.
Maaf karena sudah membuat kalian khawatir, oh ya hyung titip salam pada mama ya, tolong sampaikan salam hyung. Sekali lagi maafkan hyung karena sudah merepotkan kalian, tapi hyung sangat bahagia bisa mengenal kalian semua termasuk mama.
Tolong jangan cari hyung...
Terima kasih sudah menjadi keluarga hyung
Luhan

Sehun pun langsung meneteskan air mata, ia benar-benar sedih mendengar itu semua, perasaannya kini campur aduk, entah kecewa, sedih, khawatir, penuh pertanyaan dan masih banyak lagi, ingin rasanya dia berteriak untuk menghilangkan perasaan ini, tapi sia-sia saja.
Sehun : hyung, ada apa denganmu, kenapa kau seperti ini, aku menyayangimu hyung, kenapa kau meninggalkanku? * menangis
( Namkormu ) : sudahlah oppa, jangan mengangis lagi, nanti hyung juga ikut sedih jika tau semua ini * menyandarkan kepala Sehun di bahumu
Sehun : bagaimana tidak chagi, hyung benar-benar.... entak kecewa atau khawatir, oppa benar-benar ingin bertemu dengan Luhan hyung sekarang chagi * menangis
( Namkormu ) : sudahlah oppa, mungkin ini semua yang terbaik untuk hyung, jangan menangis lagi ne? * mengusap air mata Sehun
Kamu pun masih terduduk dengan Sehun menyandar di bahumu, dan dengan air mata Sehun yang membasahi pipinya.
***
Keesokan harinya kamu membangunkan Sehun, kamu pun terkejut dengan keadaan Sehun. Kamu meraba dahinya, ternyata dahinya sangat panas, kamupun pergi mengambilkan kompres untuk Sehun. Kamupun mengompres dahinya, selama kamu mengompres Sehun, Sehun terus saja mengigaukan Luhan, ia terus saja memanggil nama Luhan.
Sehun : hyung, jangan pergi, jangan tinggalkan kami hyung * meneteskan air mata
( Namkormu ) : ya ampun oppa, kau sangat menyayangi hyung mu itu, sampai-sampai kau mengigaukannya
Selesai kamu mengopres, kamu hendak pergi ke dapur untuk membuat bubur, tapi Sehun langsung menahan lenganmu, mau tidak mau kamu pun harus tetap di sana menemani Sehun.
Sehun : chagi, jangan tinggalkan oppa, oppa takut kehilangan orang tersayang lagi * membuka matanya
( Namkormu ) : Ne~ aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu berada di sisimu oppa * mencium kening Sehun
Sehun : gomawo ne chagi * tersenyum
Sehun pun kembali tertidur, selama Sehun tidur, ia masih tetap menggenggam tanganmu dengan erat, sehinggak kamu tidak bisa melakukan apa-apa selain berada di sebelah Sehun.
Malam pun tiba, kamu merasa sangat mengantuk, kamu pun menaruh kepalamu di sebelah tangan Sehun, matamu pun semakin lama semakin menutup.
Pagi pun mulai menyapa, Sehun pun terbangun dan terkejut melihatmu tertidur pulas, ia pun tersenyum melihatmu. Lama Sehun melihatmu, kamu pun terbangun.
( Namkormu ) : oppa kau sudah sa.....
Kata-katamu terputus ketika Sehun langsung mendaratkan bibirnya di bibirmu, Sehun pun langsung melumat bibirmu dengan lembutnya, awalnya kamu terkejut, tapi lama-kelamaan kamu merasa damai akan ciuman ini, kamupun memejamkan matamu. Sehun dan kamu saling melumat satu sama lain dengan lembutnya. Tapi , kamu langsung mengakhiri ciuman itu.
Sehun : ada apa chagi ?
( Namkormu ) : ah, ani, aku hanya ingin bertanya, apa kau lapar oppa ?
Sehun : ehh, bagaimana kau tau chagi ? * heran
( Namkormu ) : tadi perutmu bunyi oppa * tertawa kecil
Sehun : hehehe, mianhae chagi * tersenyum sambil menggaruk tengkuknya
( Namkormu ) : tak apa, aku akan membuatkan sarapan untukmu * tersenyum dan berlalu
Kamu pun langsung membuatkan bubur untuk Sehun yang dari tadi malam belum makan. Sesegera mungkin kamu membuatkannya, karena kamu tidak ingin Sehun menunggu.
( Namkormu ) : oppa, ini sudah selesai, ayo makanlah * memberikan bubur
Sehun : shireo, oppa ingin kau menyuapi oppa * tersenyum
( Namkormu ) : aisshh, oppa kau seperti anak kecil saja
Sehun : ayolah chagi * merengek-rengek
( Namkormu ) : baiklah oppaku tercinta * tersenyum
Kamu pun menyuapi Sehun. Sejenak rasa kehilangan Luhan pun hilang karena kegembiraan kalian.
( Namkormu ) : oppa, kenapa kita tidak sekolah ya?
Sehun : yakk, chagi, kita kan libur sekarang
( Namkormu ) : benarkah, kok aku lupa ya * menggaruk-garuk kepala yang tak gatal
Sehun : chagi, kau cantik-cantik tapi kok pikun sih * heran
( Namkormu ) : hehehe, maklum lah oppa, banyak pikiran
Sehun : memangnya apa yang kau pikirkan ?
( Namkormu ) : aku memikirkanmu oppa * tersenyum
Sehun : aishh, kau bisa saja chagi * mengacak-acak pucuk rambutmu
Kalian pun tertawa satu sama lain, tiba-tiba mama pun datang dari kantor.
Mama : ehh, kenapa rumah sepi? Mana Luhan?
Seketika raut wajah kalian pun berubah menjadi sedih.
Mama : ada apa, kenapa wajah kalian sedih begini, bukankah kalian baru bertunangan * heran
Sehun : Luhan meninggalkan rumah ma * meneteskan air mata
Mama : apa ? * shock dan pingsan
Sehun : ma, bangunlah ma * panik
Sehun pun langsung membawa mama ke kamar, Sehun langsung merebahkan mama di ranjang.
Sehun : astaga ma, bangunlah * menangis. Chagi, tolong ambilkan minyak angin
( Namkormu ) : Ne~ * mengambil minyak angin
Sehun : hyung apa yang sudah kamu lakukan, kau sudah membuatku khawatir dan sakit, sekarang kau membuat mama pingsan * menangis
( Namkormu ) : ini oppa * memberikan minyak angin
Sehun : gomawo ne * tersenyum
( Namkormu ) : oppa, apa kau menangis lagi, janganah bersedih, mama pasti sadar * menenangkan Sehun
Sehun : gomawo sudah berada di sisi oppa * tersenyum
( Namkormu ) : Ne~, terima kasih juga karena sudah masuk di kehidupanku oppa * tersenyum
Sehun pun langsung mengobati mama, dan beberapa menit kemudian mama pun tersadar.
( Namkormu ) : ma, bagaimana keadaanmu?
Mama : mama baik-baik saja sayang * tersenyum
Sehun : syukurlah * tersenyum
Mama : ngomong-ngomong, kenapa Luhan bisa meninggalkan rumah,apa kalian bertiga bertengkar?
Sehun : tidak ma, aku juga tidak tau
Mama : terus ada apa ?
( Namkormu ) : begini ma, hyung meninggalkan surat ma, katanya dia pergi karena suatu hal yang tak bisa ia katakan, dan jika ia mengatakannya dia takut aku dan Sehun sakit hati, dia juga bilang kalau dia bahagia mengenal kita semua termasuk mama.
Mama : jadi dia pergi kemana, apa kalian sudah menghubunginya ?
Sehun : sudah ma, tapi dia tidak mengangkatnya, dan juga dia menyuruh jangan mencarinya
Mama : ya ampun, sebenarnya ada apa, sebaiknya kita cari dia sekarang
Sehun : tapi ma, aku tidak tau dia dimana?
( Namkormu ) : oppa , apa mungkin dia pergi ke Cina?
Sehun : mungkin saja
Mama : ya sudah ayo kita cari dia ke Cina, kita bujuk dia untuk pulang ne? * tersenyum
Sehun & kamu : ne ma * mengangguk
Keesokan harinya, kalian langsung memesan tiket pesawat untuk bisa pergi ke Cina. Kalian langsung berangkat, dan beberapa jam kemudian kalian tiba di Beijing. Sehun kembali menelpon Luhan, dan Luhan pun mengangkatnya.
Sehun : hyung, kau kemana saja? Aku khawatir denganmu
Luhan : aku di kampung halamanku Hun, tolong kau jangan  mencariku * meneteskan air mata
Sehun : bagaimana aku tidak khawatir, aku harus mencarimu hyung * menangis
Luhan langsung memutus panggilan telponnya.
( Namkormu ) : oppa, sepertinya aku tau dimana kampung halaman Luhan
Sehun : benarkah, darimana kau tau?
( Namkormu ) : dulu dia pernah mengatakannya
Sehun : ya sudah, ayo kita langsung kesana, ayo ma
Kalian pun langsung menuju kampung halaman Luhan, setibanya disana kamu, Sehun, dan mama langsung mencari keberadaan Luhan. Karena kamu fokus mencari Luhan, tidak sengaja kamu menabrak seorang, kamu pun langsung meminta maaf dan kamu pun terkejut akan seorang namja yang kamu tabrak.
( Namkormu ) : mianhae, maafkan aku, aku tidak hati hati * berdiri. Ehhh, hyung ? * kaget

gimana??
next??
                                                                            Note : tolong berikan kritik dan saran. Tolong tinggalkan jejak  ^_^
 

Sabtu, 13 Desember 2014

FanFiction EXO The Same Blood In Love


 
“ THE SAME BLOOD IN LOVE “
Cast : Sehun and You
Other Cast : Luhan, Mamamu, and Mama Sehun
Author : Dwi Purnamandari
Length : Chapter
Genre : Romantis
Happy Reading

Chapter 7

Sehun : chagi, bagaimana kalau kita melakukan pertunangannya 3 minggu lagi ?
( Namkormu ) : Ne? 3 minggu lagi?
Sehun : ia, 3 minggu lagi kan kita free chagi
( Namkormu ) : baiklah oppa, tapi kita harus mengatakannya kepada mama dulu
Sehun : baiklah
Kalian pun langsung menghampiri Mama. Mama yang sedari tadi memasak bersama Luhan, langsung menyadari keberadaan kalian.
Mama : ada apa Sehun?
Sehun : Ma, kami ingin menyampaikan sesuatu * tersenyum
( Namkormu ) : Ne~
Mama : ingin berbicara tentang apa?
Sehun : begini ma,... kami ingin melaksanakan pertunangan kami dalam 3 minggu ini, boleh kan ma?
Mama : Ne~, boleh saja, mama sudah merestui kalian
Sehun : bagaimana denganmu hyung ?
Luhan : * menunduk sedih. Aku mendukungmu Sehun, jika itu semua demi kebaikanmu * tersenyum terpaksa
Sehun : gomawo hyung, gomawo Ma * tersenyum
Hari demi hari mereka lalui dengan gembira, tapi di balik itu semua masih ada rasa yang mengganjal di hati Luhan, sebenarnya dia tidak terlalu setuju adanya pertunanganmu dengan Sehun, tapi disisi lain dia harus menghargainya, karena Sehun sangan mencintaimu, dan Luhan harus mengalah sebagai hyung yang baik.
Sehun : chagi, 3 minggu lagi kita akan bertunangan, bagaimana perasaanmu?
( Namkormu ) : aku senang sekali oppa * tersenyum
Sehun : chagi, jagalah kesehatanmu * tersenyum
( Namkormu ) : oh ya oppa, apa kau sudah bilang pada Mama mu?
Sehun : nanti akan aku sampaikan chagi * tersenyum
( Namkormu ) : kenapa tidak sekarang saja ?
Sehun : ya sudah
Sehun pun langsung menelpon mamanya.
Sehun : hallo ma
Mama Sehun : hallo chagi, ada apa? Bagaimana kabarmu?
Sehun : aku baik ma, oh ya ma, aku ingin mengatakan bahwa dalam 3 minggu ini aku akan bertunangan dengan ( Namkormu ) * tersenyum
Mama Sehun : benarkah, wah mama senang sekali akhirnya kalian bertunangan * tersenyum
Sehun : terima kasih ma, baiklah kalau begitu akan aku tutup dulu ya?
Mama Sehun : baiklah, nanti mama akan hubungi ( Namkormu ) lagi
Sehun pun menutup telponnya.
( Namkormu ) : bagaimana oppa? Apa yang dikatakan Mama ?
Sehun : mama gembira sekali, katanya dia akan menghubungimu lagi * tersenyum
( Namkormu ) : oh ya aku sampai lupa, kita kan harus makan dulu * tersenyum
Sehun : oh iya, ayo
Kamu pun langsung menuju meja makan, sementara Sehun menmanggil Luhan untuk ikut makan bersama.
Sehun : *tok tok tok. Hyung , ayo kita makan bersama?
Tidak ada sahutan dari Luhan, Sehun pun mulai khawatir dengan hyung tersayangnya itu, dia khawatir terjadi sesuatu dengan hyungnya.
Sehun : hyung aku buka pintunya ya? * membuka pintu
Setelah Sehun membuka pintu, didapati Luhan yang tertidur dengan air mata yang membasahi pipinya, Sehun pun membangunkan Luhan.
Sehun : hyung kau baik-baik saja * meraba dahi Luhan. Hyung badanmu panas, kau demam hyung
Luhan : tidak, aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku * tersenyum
Sehun : tidak hyung, ayo kita ke rumah sakit * menangis
Luhan : Hun, janganlah kau seperti itu, sudah hyung katakan hyung baik-baik saja, jangan kau menangis, jangan cengen, kalau kau cengen seperti ini siapa yang akan menjaga ( Namkormu )?
Sehun : tidak, aku akan tetap membawamu ke rumah sakit
Sehun pun langsung membawa Luhan ke rumah sakit, kamu pun langsung menyusul Sehun ke rumah sakit.
Sehun : hyung, tolong jangan sakit lagi ne? * menangis
( Namkormu ) : oppa, jangan sedih lagi, jika kau sedih nanti hyung tak kunjung sembuh.
Sehun : gomawo chagi, gomawo sudah menemaniku * menyandarkan kepalanya di bahumu
( Namkormu ) : iya, sudahlah , berhenti menangis lagi ya * tersenyum sambil mengusap air mata Sehun
Dokter pun datang setelah memeriksa Luhan. Sehun langsung menghapiri dan menayakan keadaan Luhan ke Dokter.
Sehun : dok, bagaimana keadaan hyung saya, dia baik-baik saja kan?
Dokter : iya, dia baik-baik saja, dia hanya demam saja, berikan dia istirahat dulu ya * tersenyum
Sehun : terima kasih dok * tersenyum
Dokter : iya, baiklah kalau begitu, saya permisi dulu * berlalu
Sehun pun langsung menuju kamar Luhan dan di susul denganmu.
Sehun : hyung apa kau baik-baik saja?
Luhan : emm ne~, aku baik-baik saja * tersenyum
( Namkormu ) : syukurlah kau baik-baik saja hyung, kami menghawatirkanmu * tersenyum
Luhan : gomawo ( Namkormu )-shi *tersenyum
Sehun : hyung, aku akan menemanimu di sini, chagi kau pulanglah, temani mama dirumah * tersenyum
( Namkormu ) : baiklah, tapi nanti malam aku akan kesini lagi * tersenyum
Sehun : baiklah
Luhan : gomawo ( Namkormu ) * tersenyum
( Namkormu ) : Ne~ , baiklah aku pulang dulu * tersenyum dan berlalu
Kamu pun pulang untuk menemani mama di rumah, setibnya di rumah kamu langsung di sambut oleh mama, dan mama mengajukan banyak pertanyaan kepadamu.
Mama : chagi, bagaimana keadaan Luhan ?
( Namkormu ) : hyung baik-baik saja kok, mama jangan khawatir * tersenyum
Mama : tidak khawatir bagaimana? Mama sangat khawatir, Luhan sakit apa ?
( Namkormu ) : Luhan hanya demam saja, tapi dia harus dirawat di rumah sakit dulu
Mama : benarkah itu ?
( Namkormu ) : iya ma * tersenyum
Mama : lalu di mana Sehun ?
( Namkormu ) : sehun sekarang sedang menemani Luhan di rumah sakit
Mama : ya sudah, bagaimana kalau kita menjenguk Luhan nanti malam?
( Namkormu ) : iya ma, apa ada yang mau mama tanya lagi? * geregetan
Mama : tidak, terima kasih ya chagi * tersenyum
( Namkormu ) : baiklah, aku ke kamar dulu ne * tersenyum
Mama : ya sudah, nanti ingat ya, kita jenguk Luhan ke rumah sakit.
( Namkormu ) : Ne~
Kamu pun pergi ke kamar untuk beristirahat sejenak, kamu langsung membaringkan badanmu di ranjang. Kamu memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatimu sedari tadi, saat Luhan menatapmu dengan tatapan yang tidak biasa. Tatapan itu membuatmu nyaman.
( Namkormu ) : kenapa hyung menatapku seperti itu tadi, apa Luhan menaruh perasaan terhadapku, aishhh, apa yang harus aku lakukan jika memang benar seperti itu? * menggaruk kepala yang tak gatal
Kamu pun bingung, apa yang harus kamu lakukan jika itu benar, sedangkan kamu akan bertunangan 3 minggu lagi. Tiba-tiba ponselmu berbunyi dan mengagetkanmu. Kamupun langsung mengangkat panggilan itu, dan ternyata itu dari Mama Sehun.
( Namkormu ) : halo ma, ada apa ma?
Mama Sehun : mama hanya ingin mengajakmu pergi ke butik membeli gaun, bagaimana?
( Namkormu ) : bagaimana kalau besok saja ma?
Mama Sehun : ya sudah, Sehun mana ( Namkormu )-ah, mama ingin berbicara dengannya?
( Namkormu ) : mianhae ma. Sehun sedang ada di rumah sakit, dia menemani temannya di sana
Mama Sehun : ya sudah, kalau begitu ingat ya, besok kita ke butik
( Namkormu ) : Ne~
Mama Sehun : baiklah, mama tutup dulu ya?
( Namkormu ) : Ne~, sampai jumpa besok ma
***
Malam pun tiba, kamu dan mama langsung menuju rumah sakit untuk menjenguk Luhan dan membawa baju ganti untuk Sehun. Setibanya di rumah sakit kamu dan mama langsung menuju kamar dimana Luhan dirawat.
Mama : Sehun, Luhan, mama dan ( Namkormu ) datang
( Namkormu ) : oppa, ini bajunya, hyung apa kau sudah makan?
Luhan : emm, ne~ * menganggukkan kepala
( Namkormu ) : yasudah, oppa ganti bajumu dulu biar aku dan mama menemani Luhan di sini * tersenyum
Sehun : gomawo chagi * tersenyum
Sementara kamu dan mama menjaga Luhan, Sehun pun pergi mengganti pakaiannya.
Mama : bagaimana keadaanmu chagi ?
Luhan : aku baik ma, mungkin besok aku sudah bisa pulang * tersenyum manis
Mama : kau tau, mama sangat khawatir denganmu
Luhan : mianhae ma sudah membuatmu khawatir
Mama : sudahlah tidak apa-apa, apa kau mau mama belikan buah ?
Luhan : tidak usah ma, nanti merepotkan
Mama : tidak merepotkan kok, nanti biar ( Namkormu ) saja yang menjagamu disini * tersenyum
Luhan : ehhh, baiklah ma, terima kasih ma * tersenyum manis
( Namkormu ) : N Ne, baiklah, aku akan di sini ma
Mama : yasudah, mama beli buah dulu ya * berlalu
Kalian pun tinggal berdua saja di kamar itu, kalian berdua merasa canggung satu sama lain, kamu pun langsung membuka pembicaraan antara kalian.
( Namkormu ) : hyung, apa kau sudah tidak demam lagi?
Luhan : N Ne, aku sudah baikan sekarang * tersenyum
( Namkormu ) : syukurlah * tersenyum
Luhan : ( Namkormu ), apa kau tau aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak tau apa rasa ini bisa hilang, aku harap semoga saja bisa, tapi setiap aku melihat wajahmu, jantung ini juga ikut berdetak, bagaimana ini ( Namkormu )? Apa aku bisa melupakanmu? * di dalam hati
( Namkormu ) : hyung, apa kau yakin kau baik-baik saja, kenapa kau melamun?
Luhan : aku baik-baik saja
Sehun pun datang dari berganti pakaian, dia pun langsung menghampiri kalian.
Sehun : chagi, mama di mana?
( Namkormu ) : oppa, kau sudah selesai, oh, mama sedang membeli buah untuk Luhan hyung * tersenyum
Sehun : benarkah, ya sudah, oppa akan keluar sebentar, kau temanilah hyung ne?
( Namkormu ) : ehh, baiklah
Kamupun harus berdua dalam ruangan itu lagi, dan harus kembali canggung satu sama lain.
Luhan : ( Namkormu ), bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu ?
( Namkormu ) : ehhh, B bo boleh saja, ingin mengatakan apa hyung?
Luhan : aku sebenarnya....
( Namkormu ) : sebenarnya apa? * bingung
Luhan : sebenarnya, aku aku benar-benar sudah tidak betah ada disini * tersenyum
( Namkormu ) : ehhh, aku kira ada apa
Luhan : hehehehe, mianhae, tapi ekspresimu tadi benar-benar lucu * tertawa
( Namkormu ) : yakk, hyung, jangan meledekku begitu * cemberut
Luhan : mianhae, hyung minta maaf, tapi kau benar-benar lucu * mencubit pipimu
( Namkormu ) : yakk, sakit tau, kenapa kau sama seperti Sehun sih
Luhan : mianhae * tersenyum
( Namkormu ) : yasudah, jangan lakukan lagi ne, sakit tau * cemberut
Luhan : baiklah
Mama pun datang dari membeli buah dan memecah tawa kalian.
Mama : mama datang, ini buah untukmu Luhan, mau mama kupaskan?
Luhan : bolehkah?
Mama : tentu saja * tersenyum
Luhan : gomawo ma * tersenyum
Mama pun mengupaskan buah untuk Luhan. Sehun pun datang dan langsung menghampiri kalian.
Sehun : wah ~ ada buah, chagi tolong suapi oppa dong * manja
( Namkormu ) : baiklah oppa ku sayang * tersenyum
Kamu menyuapi Sehun buah, sedangkan mama menyuapi Luhan. Kalian semua sangat bahagia hari ini. Keesokan harinya, Luhan pun sudah diperbolehkan pulang. Sehun dan Luhan pun langsung menuju rumah untuk beristirahat, sedangkan kamu, mamamu, dan mama Sehun harus pergi kebutik untuk memesan gaun pertunangan. Setibanya di butik kalian langsung memilih milih gaun yang cocok untukmu.
Mama : bagaimana kalau gaun yang ini ? * menunjuk gaun putih
Mama Sehun : iya, bagaimana kalau gau putih itu, sepertinya kamu terlihat cantik memakainya, ayo coba dulu
( Namkormu ) : baiklah ma
Kamu pun langsung pergi ke kamar ganti dan mencoba gaun yang sudah diberikan oleh mama tadi, selesainya kamu berganti, kamu pun keluar, mamamu dan Mama Sehun pun kagum melihat mu.
Mama Sehun : wah~ kau sangat cocok dengan gaun itu chagi *tersenyum
( Namkormu ) : benarkah ?
Mama : iya, kau sangat cantik anakku tersayang
( Namkormu ) : gomawo ma * tersenyum
Kalian pun langsung membeli gaun itu dan langsung pulang. Setibanya di rumah, kamu disuruh mencoba kembali gaun itu oleh mama.
Mama : chagi, ayo dicoba lagi gaunnya
( Namkormu ) : tidak mau ah, aku malu ma
Mama : tidak apa-apa.
( Namkormu ) : yasudah, aku berganti dulu ya * terpaksa
Kamu pun harus memenuhi permintaan aneh dari mama, kamu harus memakai gaun itu kembali. Selama kamu berganti, ternyata mama sudah memanggil Sehun dan Luhan untuk duduk di ruang tengah.
Mama : sayang, apa kau sudah selesai berganti?
( Namkormu ) : sekarang aku kesana ma * teriak
Kamupun langsung menuju ruang tengah untuk menemui mama. Kamu pun terkejut, ternyata Sehun dan Luhan sudah berada di sana.
Sehun : wah~ calon tunanganku memang cantik, aku tidak salah memilih
Luhan : kau memang cantik ( Namkormu )
( Namkormu ) : ah~ jangan berlebihan begitu * tersipu malu
Sehun : tidak, kami tidak berlebihan, benarkan hyung ?
Luhan : iya, kau memang cantik, tak salah Sehun memilihmu * tersenyum
Tiba saatnya hari pertunangan kalian. Kamu pun di make up agar terlihat cantik, selesai di make up, Sehun langsung menemuimu.
Kalian pun melakukan pertunangan tanpa ada hambatan, kalian melakukan prosesi tukar cincin, sebagai makna banwa kalian sudah bertunangan.
Sehun : chagi, sekarang kita sudah menjadi tunangan yang sah, tadi kau sangat cantik sekali * tersenyum
( Namkormu ) : kau juga oppa, kau terlihat tampan * tersenyum
CHU~ Sehun pun langsung menciummu dengan lembut, dan sepertinya kamu mulai menyukainya.
Sehun : * mengakhiri ciuman. Oh ya, dari tadi kenapa aku tidak melihat Luhan hyung ya?
( Namkormu ) : aku juga oppa, aku sama sekali tidak melihatnya * bingung

Gimana??
Next??

Cara Membuat Cursor Sendiri Untuk Blog

Kalian pasti bosen dengan tampilan cursor yang itu-itu aja. Nah sekarang aku bakalan kasi tau gimana cara buat cursor sama gimana cara ngubah cursormu di blog kamu.

Nah pertama-tama kita siapin dulu bahan-bahannya ....
1. kita bisa pakek aplikasi PhotoScape
2. kita perlu gambar ini, di save ya gambar di bawah ini ...

3. kita juga perlu gambar, gambar yang dipakek itu gambar png ya. Gambar kayak gini bisa di cari di google. Nah aku pakek gambar ini..
Semua bahan udah siap nih, sekarang kita lanjut ke langkah-langkahnya ya..

masuin gambar yang udah di save tadi

selanjutnya masukkan gambar pngnya, caranya : klik photo>photo>lalu klik photo png yang udah di save. Kayak gini hasilnya
kalok udah lesai klik save.

Selanjutnya, upload cursor yang udah kalian buat untuk mendapatkan URLnya. Caranya klik kanan cursor yang udah kalian upload>klik copy link location.
kalok udah di copy, sekarang cari tata letak>klik Tambahkan Gadget
 cari HTML/JavaScript 
 selajutkan copy dan paste code ini ke ruang HTML/JavaScript

<style type="text/css">body, a, a:hover {cursor: url(URL CURSOR KALIAN), progress;}</style>

lalu simpan

Cursor Luhan Chibi


Cursor EXO for blog