“ THE SAME BLOOD IN LOVE “
Cast :
Sehun and You
Other
Cast : Mamamu and Mama Sehun
Author :
Dwi Purnamandari
Length :
Chapter
Genre :
Romantis
Chapter 2
Sehun : Ne, arraseo, oppa tidak akan
pernah berbohong apa lagi membuatmu menangis, opa tidak akan pernah melakukan
itu. Gomawo ( Namkormu ) gomawo chagiya * tersenyum
( Namkormu ) : terima kasih juga Sehun
oppa *tersenyum bahagia
Setelah kejadian dimana Sehun menembakmu,
hari-harimu menjadi lebih indah dan berwarna seperti pelangi. Setiap hari
kecuali hari minggu kalian selalu berangkat ke sekolah bersama-sama, dan Sehun
pun masih tinggal di rumahmu.
( Namkormu ) : Sehun oppa, ayo cepat
bangun, ini sudah jam 7 nanti kita terlambat, nanti kita dihukum!! *teriakku
Sehun : ara, araseo aku bangun sekarang chagiya,
ternyata kau makin menggemaskan kalau mengomel *mengusap kedua mata
( Namkormu ) : yakkk, Sehun, jangan
meledikku begitu, ayo cepat mandi, nanti aku tinggal ke sekolah, Ppali
*berteriak
Sehun : ara, aku akan mandi sekarang,
lama-lama telingaku tuli ( Namkormu )-ya *mengusap-usap telinga
( Namkormu ) : biar, kau sih yang salah
kau lama sekali bangunnya.
Sehun pun bergegas ke kamar mandi, dan 30 menit berlalu Sehun baru menampakkan
dirinya menuju meja makan.
( Namkormu ) : waahhh, pacarku memang tampan,
ayo cepat makan oppa, aku sudah membuatkan sarapan untukmu *tersenyum manis
Sehun : waaa, tadi saja kau mengomel
seperti kesetanan, sekarang malah baik begini, apa kau baik-baik saja? *heran
( Namkormu ) : aishh oppa, aku baik-baik
saja, aku marah susah aku baik juga susah *cemberut
Sehun : hehehe, tapi aku suka kamu
mengomel, karna kamu terlihat lucu saat mengmel *tampang meledek
( Namkormu ) : yakk, oppa jangan
meledekku, ayo cepat habiskan makanannya.
Sehun : ara, oppa akan habiskan tanpa ada
sisa *tersenyum
Jam pun sudah menunjukkan pukul 8 pagi,
mereka segera berangkat bersama sama, setibanya di sekolah ternyata bel sudah
berbunyi, dan kalian pun terlambat dan dihukum oleh guru.
( Namkormu ) : yakkk, bel sudah berbunyi,
bagaimana ini oppa? *berlari tergesa-gesa
Sehun : ya mau bagaimana lagi, kita akan
di hukum *pasrah
( Namkormu ) : *menjitak kepala sehun.
Yakk oppa, aku tidak mau dihukum oleh guru sangar itu, gara-gara kau sih yang
bangun terlambat
Sehun : hehhehe, mianhae chagiya
*tersenyum
Guru pun datang menghampiri mereka berdua,
dan siap siap meluncurkan hukuman, tapi.....
Guru : kenapa kalian baru datang, apa
kalian tidak tau jam berapa sudah bel? *melotot
( Namkormu ) : mianhae songsaengnim,
bukankah ini baru jam 8, biasanya bel berbunyi jam 8 lebih 10 menit?
Sehun : ne, bukankah biasanya seperti itu?
Guru : jadi kalian belum tau pengumuman
ya, mulai hari ini dan seterusnya bel masuk kelas berbunyi pukul 8, kalian
mengerti?
( Namkormu ) & Sehun : Ne, kami
mengerti.
Guru : baiklah karna kalian belum tau,
maka akan saya beri pengecualian, kalian diperbolehkan masuk kelas *tersenyum
( Namkormu ) : Kamsahamnida songsaengnim *
membungkuk 90 derajat
Sehun : Kamsahamnida.
Mereka berdua pun berlari menuju kelas,
dengan nafat yang terengah-engah mereka berdua duduk di bangku mereka
masing-masing.
( Namkormu ) : mulai besok aku harus
membangunkanmu pagi-pagi buta *melirik sehun sinis
Sehun : aku tidak suka bangun pagi-pagi,
bagaimana ini?
( Namkormu ) : popoknya kau harus bangun,
jika tidak....
Sehun : baiklah, aku akan bangun jika kau
membangunkanku *nyengir
( Namkormu ) : tepati janjimu!!
Tidak terasa bel pun berbunyi, semua murid
berhamburan meninggalkan sekolah, (Namkormu ) dan Sehun berjalan bergandengan
menuju rumah.
Sehun : kenapa kau tidak curiga denganku?
( Namkormu ) : kenapa oppa tiba-tiba
bertanya begitu?
Sehun : kemarin kan aku mengatakan jika
aku adalah anak orang kaya, kenapa kau tidak bertanya tentang asal-usulku?
( Namkormu ) : itu tidak penting oppa,
mungkin aku akan bertanya suatu saat nanti, yang terpenting adalah aku ingin
kau selalu menepati janjimu, dimana kau tak akan pernah membuatku menangis
*tersenyum
Sehun : baiklah, kapanpun kau bertanya
tentang asal-usul oppa, pasti akan oppa jawab. Gomawo ne sudah percaya pada
oppa *tersenyum
( Namkormu ) : iya, tidak masalah oppa...
Setibanya dirumah kamu mengganti
pakaianmu, dan kamu menuju dapur, tidak kamu sangkan ternyata Sehun sudah ada
disana untuk memasak.
Sehun : ( Namkormu )-ya, kau sudah
selesai, ayo kita makan siang dulu, oh ya ini ada surat dari mama untukmu
*memberikan surat
( Namkormu ) : surat untuk apa oppa?
*bingung
Sehun : entahlah.. *menaikkan kedua
bahunya
Kamu pun membaca surat dari mama
( Namkormu ), mama pergi ke luar kota
untuk 3 minggu, akurlah dengan Sehun di rumah, jangan sering bertengkar,
jagalah dia, maaf mama tidak bisa berpamitan terlebih dulu denganmu, karena
mama juga ditugaskan mendadak. Ingat jangan sampai sakit dan jaga Sehun ya :)
Mama
Begitulah isi dari surat yang dibuat oleh
mama, dan kini selama 3 minggu mereka harus tinggal berdua di rumah, tanpa
mama.
Sehun : bagaimana chagi, apa yang ditulis
mama?
( Namkormu ) : oppa, mama pergi ke luar
kota untuk 3 minggu *wajah sedih
Sehun : apa? Jadi kita harus tinggal
berdua disini tanpa mama?
( Namkormu ) : Ne..
Sehun : yasudah lah, jangan bersedih, mama
kan akan pulang, ya walaupun 3 minggu lagi, ayo makan dulu oppa sudah buatkan
nasi goreng untukmu * tersenyum
( Namkormu ) : ne, araseo oppa *tersenyum
Kalian pun makan siang dengan lahap dan
sehun pun ingin mengajakmu ketaman untuk bersantai.
Sehun : Chagi, ayo kita ke ketaman untuk
jalan-jalan
( Namkormu ) : ne oppa, tunggu dulu aku
masih berganti pakaian *teriakku
Sehun : cepatlah, apa perlu oppa temani?
*tertawa
( Namkormu ) : yaakkk, oppa, apa kau mau
aku jitak lagi?
Sehun : ani, oppa akan tunggu kamu disini
saja, cepat ya
( Namkormu ) : Ne..
Kamu pun keluar dari kamar, dan bertemu
Sehun di ruang tamu.
( Namkormu ) : oppa aku sudah selesai, ayo
kita pergi *tersenyum
Sehun : waaa, chagi, kau sangat cantik
*kagum
( Namkormu ) : aishh oppa jangan memuji ku
seperti itu aku menjadi malu *tersipu
Sehun : benar oppa tidak bohong, kau
benar-benar cantik, oppa tidak salah memilihmu *tersenyum
( Namkormu ) : ahh, oppa berlebihan,
bagaimanapun gomawo ne oppa * tersenyum tipis
Kalian pun menuju taman yang indah dan
sejuk, kalian menikmati perjalanan kalian yang bisa disebut kencan ini, kalian
saling tertawa bersama yang diikuti kicauan burung yang saling bersaut satu
sama lain, mebuat suasana menjadi romantis.
( Namkormu ) : oppa, apa boleh aku
bertanya, satu hal?
Sehun : boleh, bertanyalah
( Namkormu ) : oppa, mengapa oppa bisa
tertabrak waktu itu, dan mengapa sampai sekarang tidak ada keluarga oppa yang
mencari keberadaan oppa?
Sehun : sebenarnya, pada saat itu oppa
kabur dari rumah karna oppa ingin dijodohkan dengan gadis dari teman mama oppa,
maka dari tu, oppa tidak melihat mobil dan terjadilah insiden itu dan oppa
bertemu dengan mu ( Namkormu ) *tersenyum dan menatapmu
( Namkormu ) ; tapi kenapa oppa tidak
memilih untuk dijodohkan saja?
Sehun : oppa tidak ingin diatur layaknya
anak kecil, oppa sudah dewasa, jadi oppa tidak ingin dijodohkan, karena ini
masalah hati chagi * tersenyum
( Namkormu ) : baiklah oppa, satu lagi,
kenapa tidak ada yang mencari keberadaan oppa?
Sehun : mungkin mereka tidak tau kalau
oppa mengalami kecelakaan, mungkin yang mereka tau oppa hanya pergi ke rumah
teman oppa saja
( Namkormu ) : kenapa oppa tidak
menghubungi orang tua oppa saja, siapa tau mereka khawatir?
Sehun : apa itu menurutmu?
( Namkormu ) : ne oppa
Sehun : Baiklah, oppa sekarang akan
menghubungi mereka..
Sehun pun menghubungi mamanya, dan
ternyata mamanya sangat khawatir dan akan mengurungkan niatnya untuk
menjodohkan Sehun dengan gadis dari anak sahabatnya itu, Sehunpun diminta untuk
pulang kerumah kapanpun dia mau.
Sehun : chagiya, oppa sudah selesai
berbicara dengan mama oppa, dan ternyata mama sangat khawatir dengan oppa,
dan...
( Namkormu ) : syuklah oppa, benar kan apa
kataku, tapi dan apa oppa ?
Sehun : dan mama mengurungkan niatnya
untuk menjodohkan oppa *gembira
( Namkormu ) : benarkah oppa?
Sehun : em *menganggukkan kepalanya
( Namkormu ) : baiklah oppa, sedah mau
malam mari kita pulang *bahagia
Sehun : ayo...
Mereka berdua saling bergandengan tangan
dan tiba-tiba Sehun pun menghentikan langkahnya.
Sehun : chagiya oppa sangat sangat
mencintaimu, neomu saranghae
Tiba-tiba CHU~
Sehun mengecup bibir milik ( Namkormu ).
Kamu pun terkejut.
Sehun : Mianhae, oppa telah lancang
menciummu
( Namkormu ) : gwencana oppa, aku juga
mencintaimu * tersenyum bahagia
Mereka pun kembali melajutkan perjalanan
mereka sampai ke rumah. Setibanya di rumah mereka langsung pergi ke kamar
masing-masing dan berganti pakaian.
( Namkormu ) : oppa jika sudah selesai,
cepat mandi, ini sudah malam *teriakku
Sehun : ne chagi, oppa akan mandi sekarang
Sehunpun ke kamar mandi dan selama 30
menit ia di kamar mandi, Sehun pun keluar dan melihat kamu sudah ada di depan
pintu, Sehun pun kaget.
Sehun : chagi, kau mengagetkanku saja,
untung aku tidak punya penyakit jantung
( Namkormu ) : oppa sih lama sekali
mandinya, aku kan juga belum mandi * kesal
Sehun : hehehe mianhae chagi * mengusap
pucuk kepalamu
( Namkormu ) ; baiklah, aku mandi dulu,
sana pakai bajumu, nanti kedinginan
Sehun : oke chagi *tersenyum riang
20 menit kemudian kamu pun selesai mandi
dan berganti pakaian, dan menuju meja makan, kamu melihat Sehun yang ternyata
sedari tadi sudah memasak untukmu.
Sehun : chagi ayo cepat, aku sudah
menunggumu dari tadi, sampai masakannya dingin *manyung
( Namkormu ) : mianhae oppa, maaf sudah
membuatmu menunggu *tersenyum
Sehun : ahh, sudah tidak apa-apa, ayo kita
makan
( Namkormu ) : Ne *tersenyum
Kalian berdua menikmati makanan kalian,
dan bunyi ponsel Sehun pun memecah keheningan makan malam kalian. Rupanya itu
dari mama Sehun
Mama Sehun : Sehun bisakah besok kau
pulang, dan jika kau sudah punya yeojachingu, bawa juga dia mampir kemari, ne?
Sehun : eehh, ne ma araseo *menutup terfon
Keesokan harinya, kamu disuruh untuk
bersiap-siap oleh Sehun untuk pergi kerumah Sehun. Setelah selesai bersiap-siap
kamu pun keluar kamar.
( Namkormu ) : oppa, ayo kita berangkat *
tersenyum
Sehun : wa yeojachingu ku memang cantik
*tersenyum
( Namkormu ) : ahh oppa bisa saja *tersipu
malu
Sehun : ayo kita pergi chagi * menggandeng
tangan mu
Setibanya di rumah Sehun, kamu terkejut
akan kemegahan rumah sehun yang bak istana itu, dan kamu disamput oleh pelayan
yang ada di sana. Kalian pun pergi menemui mama Sehun.
Sehun : Ma, bagaimana keadaanmu?
Mama Sehun pun menoleh kearah kalian dan
terkejut
Mama Sehun : ehh, ne mama baik Sehun, apa
ini yeojachingumu?
Sehun : ne, ada apa ma?
Mama Sehun : dia kan anak teman mama...
Sehun : Ne??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar