Kamis, 23 Oktober 2014

Penyakit yang lumrah dan Obat Herbalnya



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Pada saat musim seperti sekarang tepatnya musim hujan, penyakit akan mudah masuk
ketubuh manusia yang diakibatkan oleh lingkungan yang kurang sehat dan bisa jadi tidak layak dihuni seperti yang kita lihat belakangan ini.
Penyakit akan mudah menyerang manusia apabila system imun atau daya tahan tubuh menurun. Penyebab kita sakit adalah karena kondisi lingkungan yang kurang sehat, seperti banyak sampah yang menumpuk yang menjadi sumber penyakit misalnya, demam berdarah, diare,  flu dan masih banyak lagi.
            Penyakit Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah.Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae.Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.
            Sedangkan Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam . Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
            Penyebab Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak di bawah umur 5 tahun.Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu.Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari. Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.





Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria.Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu.

Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn.Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan.jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.
            Flu adalah suatu penyakit yang lumrah dan sering terjadi saat musim hujan, flu biasanya ditandai dengan tubuh akan demam, bersin-bersin, hidung tersumbat dan keluar cairan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri persendian, rasa tidak enak badan, lesu, dan kehilangan selera makan, terkadang disertai juga dengan batuk dan sakit tenggorokan. Untuk anak-anak dan orang dewasa, penyakit flu adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam satu minggu.Namun untuk orang yang tidak sehat atau daya tahannya menurun, penyakit flu bisa berakibat fatal karena tanda-tanda penyakit flu bisa menjadi sangat parah dan mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam telinga.Kebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman-kuman yang masuk.

1.2    Rumusan Masalah

a.       Bagaimana cara agar kita tidak mudah terserang penyakit ?
b.      Bahan herbal atau bahan alami apa saja yang bisa mengobati penyakit akibat musim hujan ?

1.3    Tujuan Penulisan

a.       Dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal, kita bisa terhindar dari penyakit, karena dengan membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal itu merupakan langkah awal untuk bisa terhindar dari penyakit.
b.      Mengobati DBD dengan Jambu Biji, lavender (Lavandula latifolia), geranium (Geranium homeanum), Ekstrak Daun Tomat Basmi Nyamuk dan Larvanya, mengobati diare dengan daun jambu biji. Dan masih banyak obat herbal yang lain.

1.4    Manfaat Penelitian

Dengan mengetahui bermacam penyakit yang disebabkan oleh adanya lingkungan yang kumuh, kita dapat mencegah dengan cara membersihkan lingkungan dengan cara membersihkan selokan, mengubur benda-benda yang sudah tak terpakai dan selalu menjaga kebersihan. Karena jika lingkungan bersih kita akan sehat, karena kesehatan adalah asset yang berharga.



BAB II

KAJIAN TIORI


2.1  Pembahasan
           
           
PENGERTIAN PENYAKIT

Penyakit adalah keadaan tidak normal pada badan atau minda yang menyebabkan ketidakselesaan, disfungsi, atau tekanan/stres kepada orang yang terbabit atau berhubung rapat dengannya. Kadang kala istilah ini digunakan secara umum untuk menerangkan kecederaan, kecacatan, sindrom, simptom, keserongan tingkah laku, dan variasi biasa sesuatu struktur atau fungsi, sementara dalam konteks lain boleh dianggap sebagai kategori yang boleh dibezakan.

Terdapat berbagai jenis penyakit yang mengancam manusia.Penyakit ini boleh disebabkan oleh kuman, bakteria, virus, racun, kegagalan organ berfungsi, dan juga oleh penyakit baka/keturunan.

Sesuatu keadaan boleh disahkan secara objektif, tetapi anggapan bahawa sesuatu “gejala”ialah penyakit bergantung pada pertimbangan nilai masyarakat. Sebagai contoh, pada masa kini, dalam kalangan masyarakat Amerika Utara, jumlah mereka yang menganggap masalah kebantutan dan obesiti sebagai penyakit telah meningkat sepanjang tempoh 40 tahun lalu, sebaliknya jumlah mereka yang menganggap homoseksual sebagai penyakit semakin berkurangan.

Sesuatu gejala dianggap sebagai penyakit oleh sesuatu kebudayaan atau dalam satu julat masa, tetapi bukan dalam semua kebudayaan atau era. Masalah kecenderungan menentang, masalah sukar menumpukan perhatian, dan masalah personaliti merupakan antara contoh gejala yang dianggap sebagai penyakit dalam masyarakat Amerika Utara kini tetapi tidak pernah dianggap sedemikian dalam kebudayaan Amerika abad lalu atau bagi masyarakat lain pada masa kini.













MACAM- MACAM, PENYEBAB, DAN CARA MENANGGULANGINYA

Penyakit Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus.Terdapat empat jenis virus dengue berbeda, namun berelasi dekat, yang dapat menyebabkan demam berdarah.Virus dengue merupakan virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae.Penyakit demam berdarah ditemukan di daerah tropis dan subtropis di berbagai belahan dunia, terutama di musim hujan yang lembap.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan setiap tahunnya terdapat 50-100 juta kasus infeksi virus dengue di seluruh dunia.
           
Penyebab
Virus dengue penyebab penyakit demam berdarah
Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.
Virus dengue penyebab penyakit demam berdarah
Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah virus dengue, yang merupakan virus dari famili Flaviviridae.Terdapat 4 jenis virus dengue yang diketahui dapat menyebabkan penyakit demam berdarah.Keempat virus tersebut adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4.Gejala demam berdarah baru muncul saat seseorang yang pernah terinfeksi oleh salah satu dari empat jenis virus dengue mengalami infeksi oleh jenis virus dengue yang berbeda.Sistem imun yang sudah terbentuk di dalam tubuh setelah infeksi pertama justru akan mengakibatkan kemunculan gejala penyakit yang lebih parah saat terinfeksi untuk ke dua kalinya. Seseorang dapat terinfeksi oleh sedikitnya dua jenis virus dengue selama masa hidup, namun jenis virus yang sama hanya dapat menginfeksi satu kali akibat adanya sistem imun tubuh yang terbentuk.
                                                                  




Virus dengue dapat masuk ke tubuh manusia melalui gigitan vektor pembawanya, yaitu nyamuk dari genus Aedes seperti Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus.Aedes aegypti adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini.Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut.Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya.Nyamuk betina juga dapat menyebarkan virus dengue yang dibawanya ke keturunannya melalui telur (transovarial).Beberapa penelitian menunjukkan bahwa monyet juga dapat terjangkit oleh virus dengue, serta dapat pula berperan sebagai sumber infeksi bagi monyet lainnya bila digigit oleh vektor nyamuk.
Tingkat risiko terjangkit penyakit demam berdarah meningkat pada seseorang yang memiliki antibodi terhadap virus dengue akibat infeksi pertama.Selain itu, risiko demam berdarah juga lebih tinggi pada wanita, seseorang yang berusia kurang dari 12 tahun, atau seseorang yang berasal dari ras Kaukasia.

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

Manifestasi Klinis
Infeksi virus dengue dapat bermanifestasi pada beberapa luaran, meliputi demam biasa, demam berdarah (klasik), demam berdarah dengue (hemoragik), dan sindrom syok dengue.






Demam berdarah (klasik)
Demam berdarah menunjukkan gejala yang umumnya berbeda-beda tergantung usia pasien.Gejala yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak adalah demam dan munculnya ruam. Sedangkan pada pasien usia remaja dan dewasa, gejala yang tampak adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri pada sendi dan tulang, mual dan muntah, serta munculnya ruam pada kulit.Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan penurunan keping darah atau trombosit (trombositopenia) juga seringkali dapat diobservasi pada pasien demam berdarah.Pada beberapa epidemi, pasien juga menunjukkan pendarahan yang meliputi mimisan, gusi berdarah, pendarahan saluran cerna, kencing berdarah (haematuria), dan pendarahan berat saat menstruasi (menorrhagia).
Demam berdarah dengue (hemoragik)
Pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD) biasanya menunjukkan gejala seperti penderita demam berdarah klasik ditambah dengan empat gejala utama, yaitu demam tinggi, fenomena hemoragik atau pendarahan hebat, yang seringkali diikuti oleh pembesaran hati dan kegagalan sistem sirkulasi darah.Adanya kerusakan pembuluh darah, pembuluh limfa, pendarahan di bawah kulit yang membuat munculnya memar kebiruan, trombositopenia dan peningkatan jumlah sel darah merah juga sering ditemukan pada pasien DBD.Salah satu karakteristik untuk membedakan tingkat keparahan DBD sekaligus membedakannya dari demam berdarah klasik adalah adanya kebocoran plasma darah.Fase kritis DBD adalah seteah 2-7 hari demam tinggi, pasien mengalami penurunan suhu tubuh yang drastic. Pasien akan terus berkeringat, sulit tidur, dan mengalami penurunan tekanan darah. Bila terapi dengan elektrolit dilakukan dengan cepat dan tepat, pasien dapat sembuh dengan cepat setelah mengalami masa kritis.Namun bila tidak, DBD dapat mengakibatkan kematian.
Sindrom Syok Dengue
Sindrom syok adalah tingkat infeksi virus dengue yang terparah, di mana pasien akan mengalami sebagian besar atau seluruh gejala yang terjadi pada penderita demam berdarah klasik dan demam berdarah dengue disertai dengan kebocoran cairan di luar pembuluh darah, pendarahan parah, dan syok (mengakibatkan tekanan darah sangat rendah), biasanya setelah 2-7 hari demam.Tubuh yang dingin, sulit tidur, dan sakit di bagian perut adalah tanda-tanda awal yang umum sebelum terjadinya syok. Sindrom syok terjadi biasanya pada anak-anak (kadangkala terjadi pada orang dewasa) yang mengalami infeksi dengue untuk kedua kalinya.Hal ini umumnya sangat fatal dan dapat berakibat pada kematian, terutama pada anak-anak, bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat. Durasi syok itu sendiri sangat cepat. Pasien dapat meninggal pada kurun waktu 12-24 jam setelah syok terjadi atau dapat sembuh dengan cepat bila usaha terapi untuk mengembalikan cairan tubuh dilakukan dengan tepat. Dalam waktu 2-3 hari, pasien yang telah berhasil melewati masa syok akan sembuh, ditandai dengan tingkat pengeluaran urin yang sesuai dan kembalinya nafsu makan.



Diagnosis
Uji ELISA dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya interaksi antigen dan antibodi terhadap virus dengue.
Penyakit demam berdarah didiagnosis dengan melihat gejala yang muncul, seperti demam tinggi dan munculnya ruam. Namun, karena gejala penyakit demam berdarah kadangkala sulit dibedakan dengan penyakit malaria, leptospirosis, maupun demam tifoid maka biasanya pekerja medis atau dokter akan terlebih dahulu mengecek sejarah kesehatan dan perjalanan pasien untuk mencari informasi kemungkinan pasien tergigit nyamuk. Selain itu untuk mendapatkan ketepatan diagnosis yang lebih tinggi umumnya dilakukan berbagai uji laboratorium. Beberapa tes yang biasanya dilakukan adalah studi serologi untuk mengetahui ada tidaknya antibodi terhadap virus dengue di tubuh pasien, menghitung titer antibodi terhadap virus dengue, dan penghitungan sel darah lengkap (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit). Selain itu, uji laboratorium lain yang dapat dilakukan adalah uji inhibisi hemaglutinasi, uji ELISA, dan reaksi berantai polimerase reverse transcriptase untuk mendeteksi antigen, antibodi, atau asam nukleat spesifik terhadap virus dengue. Uji-uji tersebut dapat memakan waktu beberapa hari.
Pencegahan
Pengasapan atau fogging bermanfaat membunuh nyamuk Aedes dewasa untuk mencegah penyebaran demam berdarah.
Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit ini. Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu:
    * Lingkungan
Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan mengendalikan vektor nyamuk, antara lain dengan menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup dengan rapat tempat penampungan air, mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah, dan perbaikan desain rumah.
    * Biologis
Secara biologis, vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri.




    * Kimiawi
Pengasapan (fogging) dapat membunuh nyamuk dewasa, sedangkan pemberian bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air dapat membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu dapat juga digunakan larvasida.

Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang mengandung DEET, pikaridin, atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan pakaian tertutup untuk dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang beraktivitas di luar rumah. Selain itu, segeralah berobat bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin parah.
Pengobatan
Obat yang mengandung acetaminofen, misalnya tilenol, sangat disarankan bagi penderita demam berdarah untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.
Obat yang mengandung acetaminofen, misalnya tilenol, sangat disarankan bagi penderita demam berdarah untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.

Sampai saat ini belum ada obat spesifik bagi penderita demam berdarah. Banyak orang yang sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu 2 minggu. Tindakan pengobatan yang umum dilakukan pada pasien demam berdarah yang tidak terlalu parah adalah pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah, konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat. Aspirin dan obat anti peradangan nonsteroidal seperti ibuprofen dan sodium naproxen justru dapat meningkatkan risiko pendarahan.



Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi.


Seseorang yang terkena demam berdarah juga harus dicegah terkena gigitan nyamuk, karena dikhawatirkan dapat menularkan virus dengue kepada orang lain yang sehat.
Epidemiologi
Demam berdarah diyakini merupakan salah satu penyakit yang sudah ada lama di dunia.Jejak rekam mengenai penyakit dengan gejala yang serupa telah ditemukan di ensiklopedia medis dari Cina tertanggal tahun 992. Seiiring dengan perkembangan global di bidang pelayaran dan industri pengiriman barang melalui laut di abad ke 18 dan 19, kota-kota pelabuhan bertambah dengan pesat dan menciptakan kondisi lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan nyamuk vektor bagi penyakit demam berdarah.Nyamuk dan virus yang berperan dalam penyakit ini terus menyebar ke berbagai daerah baru dan telah menyebabkan banyak epidemi di seluruh dunia. Salah satu epidemi demam berdarah yang paling pertama terjadi di daerah Asia Tenggara.
Belum adanya vaksin atau obat antivirus bagi virus dengue membuat demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian sangat serius secara global.










Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam  . Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.

Penyebab

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Multiple_rotavirus_particles.jpg/220px-Multiple_rotavirus_particles.jpg
Sebuah mikrograf elektron dari rotavirus, penyebab hampir 40% dari diare pada anak di bawah umur 5 tahun.


Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), kelebihan vitamin C, dan mengonsumsi Buah-buahan tertentu. Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.
Memakan makanan yang asam, pedas, atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat menyebabkan diare juga karena membuat usus kaget.
Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak mencukupi diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digestasi, atau karena masukan cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena itu makanan yang dicerna terdiri dari cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar menyerap air, meninggalkan material yang lain sebagai kotoran yang setengah padat. Bila usus besar rusak / radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang berair.
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius, seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis seperti penyakit Crohn. Meskipun penderita apendisitis umumnya tidak mengalami diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu. Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol lebih baik makan terlebih dahulu.

Gejala

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut sering berbunyi.

Perawatan

Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Oralit dan tablet zinc adalah pengobatan pilihan utama dan telah diperkirakan telah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25 tahun terakhir. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:
  • Diare pada balita
  • Diare menengah atau berat pada anak-anak
  • Diare yang bercampur dengan darah.
  • Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.
  • Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan, dan lain-lain.
  • Diare pada orang yang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)
  • Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.

Diare infektif

Diare infektif yang tidak biasa untuk diare dapat bertahan lama. Diare ini disebabkan karena beberapa organisme penyebabnya tersebut dapat bertahan selama bertahun-tahun tanpa gejala penyakit jangka panjang yang signifikan.

Penanggulangan diare

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/ad/Cholera_rehydration_nurses.jpg/200px-Cholera_rehydration_nurses.jpg
Penderita diare sebaiknya segera meminum oralit yang merupakan campuran dari gula dan garam untuk menjaga cairan tubuh.
Beberapa cara penggulangan diare antara lain:
  1. Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan dalam beberapa kasus yang langka dapat berakibat fatal (keracunan air).
  2. Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
  3. Cairan intravenous: kadangkala, terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous mungkin dibutuhkan.
  4. Terapi rehidrasi oral: Meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh.
  5. Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit.

Pencegahan

Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare . Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin rotavirus yang lainnya seperti, Shigella, ETEC, dan Cholera sedang dikembangkan, vaksin ini juga berfungsi untuk mencegah penularan diare.
Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada diare.

Saat musim pancaroba kebanyakan dari kita telah terbiasa dengan penyakit flu. Dan beberapa dari kita mengganggap penyakit flu ini adalah penyakit musiman yang sulit dicegah datangnya. Namun tahukah Anda apa sebenarnya penyakit flu dan bagaimana pengobatan serta pencegahan penyakit flu ini?
Penyakit Flu
Penyakit flu adalah salah satu penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus (virus influenza).Penyebaran virus penyakit flu biasanya melalui udara, berbagi alat makan dan minum, atau kontak langsung dengan penderita. Virus yang menempel di kulit dapat masuk ke dalam tubuh saat menyentuh atau menggaruk hidung dan mulut dan penyebarannya begitu mudah. Mencuci tangan sangat penting guna membatasi penyebaran virus ini. Umumnya setelah terserang, gejala akan mulai terasa pada hari ke-1 hingga hari ke-4 pasca infeksi.
Gejala Penyakit Flu
Gejala - gejala apa sajakah yang timbul saat kita terserang virus flu?
Biasanya tubuh akan demam, bersin-bersin, hidung tersumbat dan keluar cairan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri persendian, rasa tidak enak badan, lesu, dan kehilangan selera makan, terkadang disertai juga dengan batuk dan sakit tenggorokan.
Untuk anak-anak dan orang dewasa, penyakit flu adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam satu minggu. Namun untuk orang yang tidak sehat atau daya tahannya menurun, penyakit flu bisa berakibat fatal karena tanda-tanda penyakit flu bisa menjadi sangat parah dan mungkin terjadi komplikasi seperti pneumonia, sinusitis, dan radang dalam telinga. Kebanyakan komplikasinya adalah infeksi kuman karena daya tahan tubuh menjadi menurun untuk melawan kuman-kuman yang masuk.
Mengobati Penyakit Flu
Sebagai penyakit yang berasal dari virus, pengobatan penyakit flu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

Pertama, Simptomatis (hanya untuk mengatasi keluhan) dengan beristirahat dan mengonsumsi makanan sehat bergizi demi meningkatkan daya tahan tubuh yang melemah.


Pada fase ini penderita dianjurkan meminum obat flu sebagai pereda dini ketika gejala masih ringan. Obat flu setidaknya harus mengandung:
1. Anti nyeri dan anti panas (analagetik/anti piretik) untuk mengatasi gejala demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi.
2. Penurun bengkak (dekongestan) untuk gejala hidung tersumbat
3. Anti Alergi (anti histamin) untuk gejala bersin dan gatal pada
hidung/tenggorokan.

Kedua, Ke dokter untuk mendapat antibiotik. Antibiotik untuk mengatasi infeksi sekunder akibat bakteri; bila Influenza ditandai dengan perubahan warna lendir hidung dari jernih menjadi kuning atau kehijauan, suara menjadi serak dan nyeri menelan.


Mencegah Penyakit Flu
Walaupun 'hanya' flu, namun penyakit flu ini tetap saja dapat mengganggu rutinitas dan produktivitas kerja dan mengarah ke penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Bahkan setiap tahun ribuan orang meninggal di rumah sakit akibat komplikasi flu.
Oleh sebab itu berikut ini adalah beberapa hal  yang harus diperhatikan :

Cucilah tanganmu
Cuci tangan dengan sabun termasuk cara yang sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit flu. Lebih baik lagi bila Anda mempersering melakukan cuci tangan, karena  dengan mencuci tangan kuman-kuman penyakit di tangan akan larut bersama air.

Jauhkan tangan Anda

Menyentuh hidung atau mata Anda bisa jadi membuat Anda sakit. Pasalnya, lewat tempat-tempat itulah biasanya kuman masuk.


Tidak perlu menggigit jari Anda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMn29pHIRo3j8AjhYwP1PZSdvBqNsBmI_M1Pzs0e-cMj4tw6xYIecp5XNzyF26HXYJilKR3f07QWINCvqBg5KHm3TMWGqBeSX0FcabQ-AhyphenhyphenIfahBj5jubQ4Ban0sFn6CE8HPJWZqS_DQ/s200/flu.jpgHilangkan kebiasaan untuk menggigit jari. Sebab, kuku Anda adalah tempat berkumpulnya kuman.

Beristirahat

           Cukup istirahat merupakan salah satu cara mudah untuk menangkal penyakit flu. Disarankan untuk istirahat antara 8-10 jam semalam.

Vaksin flu

           Vaksin flu memang bukan obat untuk menyembuhkan flu, namun dapat mencegah dari terjangkitnya penyakit flu.

Konsumsi makanan sehat

            Mulailah dari mengkonsumsi buah dan sayur-mayur yang bisa mendukung sistem kekebalan tubuh. Langkah ini jauh lebih baik daripada mengobati flu.

Berolahraga

            Olahragalah hingga berkeringat. Sebab olahraga teratur dapat meningkatkan kekebalan tubuh.


 Jaga jarak dengan penderita

             Ketika ada orang sekitar Anda yang sedang terkena gejala flu, seperti bersin, atau batuk, jagalah jarak untuk memperkecil resiko Anda tertular darinya.






Berhenti  merokok

Selain sebagai penyebab utama penyakit kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin, merokok bisa meningkatkan resiko infeksi yang menyebabkan perubahan struktur pernafasan dan mengurangi kekebalan tubuh. Merokok bisa membunuh cilia, serat tubuh mirip rambut di dalam hidung yang berfungsi menghambat infeksi.

Cara Pencegahan Dengan Obat Alami
Untuk mengatasi DBD ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan tanaman yang berkhasiat mengobati atau mencegah penyakit DBD.

Mengobati DBD dengan Jambu Biji (  Psidium guajava L.)
Buah dan sayur merupakan sumber utama makanan bergizi. Salah satu buah tropika yang kaya akan kandungan gizi adalah jambu biji (Psidium guajava). Tiap 100 g bagian buah yang dapat dimakan mengandung 83,3 g air, 1 g protein, 0,4 g lemak, 6,8 g karbohidrat, 3,8 g serat, dan 337 mg vitamin C, dengan nilai energi 150- 210 kJ.

            Nilai gizi yang paling menonjol pada buah jambu biji adalah kandungan vitamin C, bahkan terbaik di antara buah-buahan tropika lainya. Jambu biji mengandung vitamin C 2-9 kali lebih banyak daripada jeruk.

            Vitamin C pada jambu biji sebagian besar terdapat pada kulit dan daging buah, dan paling  tinggi saat buah menjelang matang. Karena itu, untuk mendapatkan manfaat vitamin C secara maksimal, buah sebaiknya dikonsumsi menjelang matang.

           

Vitamin C mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh, antara lain sebagai ko-enzim dan ko-faktor. Fungsi vitamin C berkaitan erat dengan pembentukan kolagen, sintesis karnitin yang berperan dalam pengangkutan asam lemak rantai panjang, meningkatkan serapan dan metabolisme zat besi dan absorpsi kalsium, serta menguatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, termasuk infeksi virus dengue. Hal inilah yang menyebabkan buah jambu biji dapat membantu mengatasi penyakit DBD.

           Dari 97 varietas jambu biji yang tersebar di seluruh dunia, hanya jambu biji yang daging buahnya merah yang diyakini mampu menyembuhkan deman berdarah. Jambu biji yang buahnya  berdaging merah antara lain adalah Khemer merah, jambu biji Pasarminggu, dan jambu biji merah Getas.

           Jambu biji merah Getas merupakan hasil temuan Lembaga Penelitian Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada tahun 1980-an, sebagai hasil silangan antara jambu biji Pasarminggu yang berdaging merah dengan jambu biji bangkok. Jambu biji merah Getas memiliki daging buah merah menyala atau merah cerah, tebal, manis, harum, dan segar dengan bobot rata-rata 400 g/buah. Karena  keunggulan inilah jambu biji merah Getas diminati konsumen selain dapat meningkatkan trombosit darah pada penderita DBD.

          Pengetahuan awam yang dianggap tradisional bahwa jambu biji merah dapat memperbaiki kondisi pasien demam berdarah telah dibuktikan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan, pemberian jus jambu kepada penderita DBD yang baru demam 2-3 hari lebih efektif dibanding setelah demam 4-6 hari. Dosis yang diberikan adalah 500 cc jus jambu biji dalam satu kali 24 jam.

          Jambu biji merah mengandung zat golongan flavonoid, yaitu quersetin, salah satu dari 4.000 jenis flavonoid. Ekstrak Daun Jambu Biji Selain buah, daun jambu biji tua juga mengandung berbagai komponen yang berkhasiat mengatasi penyakit DBD. Hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga menunjukkan, ekstrak daun jambu biji dapat menghambat perkembangan virus dengue dan mempercepat peningkatan jumlah trombosit darah.

          Daun jambu biji diekstrak menggunakan alat yaitu rotavapor. Ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan kelompok pigmen tanaman yang memberikan warna pada buah-buahan. Flavonoid merupakan komponen fenol, yaitu bioaktif yang akan mengubah reaksi tubuh terhadap senyawa lain. Dengan demikian, flavonoid mempunyai aktivitas sebagai antivirus dan antioksidan.

           Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin biasa ditemukan pada tumbuhan kelas Angiospermae. Quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse transkriptase, yaitu enzim yang diperlukan oleh virus untuk mereplikasi diri. Dengan demikian, quersetin dapat menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.

           Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik menunjukkan, ekstrak daun jambu biji teruji secara klinis dapat meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu per mm3 tanpa menimbulkan efek samping. Peningkatan tersebut dapat tercapai dalam waktu 8-48 jam setelah mengkonsumsi ekstrak daun jambu biji. Asam amino dalam daun jambu biji mampu membentuk trombopoitin dari serin dan treonin, yang berfungsi dalam proses maturasi
megakariosit menjadi trombosit.

           Penelitian juga telah dilakukan untuk membuat obat antivirus dengue dari ekstrak daun jambu biji. Obat berupa suplemen dan dipasarkan ke masyarakat, antara lain dalam bentuk kapsul buat orang dewasa dan sirup untuk anak-anak.


Tanaman Pengusir Nyamuk

         
 Ada beberapa cara untuk mengusir nyamuk, salah satunya dengan menggunakan tanaman obat,  seperti zodia (Evodia suaveolens), serai wangi (Cymbopogon nardus), lavender (Lavandula latifolia), geranium (Geranium homeanum), nilam (Pogostemon cablin), dan mimba (Azadirachta indica). Semua tanaman obat tersebut dikoleksi oleh Balittro di Bogor.

           Buah jambu biji merah ternyata juga ampuh untuk mengusir nyamuk. Caranya, beberapa buah jambu biji merah yang sudah masak diletakkan di dalam rumah dan aroma jambu biji yang menyengat akan mengusir nyamuk. Makin matang buah, aroma yang dikeluarkan makin menyengat. Mengusir nyamuk dengan aroma jambu biji cocok bagi yang alergi asap obat
nyamuk bakar serta ramah lingkungan.


Ekstrak Daun Tomat (Solanum lycopersicum L. ) Basmi Nyamuk dan Larvanya

            Setelah nyamuk dewasa terusir, jentik-jentik yang tertinggal pun harus diwaspadai. Ekstrak daun tomat ternyata dapat membunuh jentik (larva) nyamuk penyebab DBD. Hal ini karena daun tomat mengandung alkaloida (senyawa yang bisa bersifat racun dan menggagalkan proses metamorfosis) dan saponin (senyawa aktif yang bersifat seperti sabun).  Senyawa itulah yang mampu membunuh jentik nyamuk DBD.

               Hasil percobaan menunjukkan ekstrak daun tomat dengan konsentrasi 0,2% mampu membunuh 8% larva A. aegepty. Ekstrak daun tomat 0,4% dapat mematikan 20% larva, konsentrasi 0,6% mematikan 40% larva, konsentrasi 1% mengakibatkan 80% larva mati, dan konsentrasi 3% mampu mematikan 99% larva A. aegepty. Dengan demikian, daun tomat ternyata mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai insektisida.
Sawo Untuk Obat Diare   ( Achras zapota L. )
index21Buah sawo selain buahnya yang manis, sawo juga bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Sawo dalam bahsa latin Acras Zapota L, buah sawo biasa yang sering kita konsumsi memiliki banyak manfaat dari bauh, daun dan getahnya, kalau yang paling populer getahnya sebagai campuran gula-gula. Buah sawo untuk obat diare bisa dari buah ataupun dari daunnya. Gimana cara membuatnya, untuk mengatasi diare ambilah satu buah sawo muda dan cuci bersih, lalu diparut dan diperas kemudian disaring, air hasil saringan buah sawo bisa ditambah dengan sedikit air matang. Selanjutnya dimunum 2 kali sehari. Itu untuk cara pertama.
Sedangkan cara kedua ambil daun sawo sampai 1 mangkok, lalu daun tadi anda cincang dalam 2 gelas air bersih rebus selama 15 menit, kemudian air rebusan daun tadi anda minum 3 kali sehari. Sedangkan untuk obat disentri ambilah bauh sawo muda 8 biji dan cuci bersih lalu anda kunya-kunya dengan sedikit garam secara pelan-pelan kumudian anda telan, lakukan hal ini 2kalisehari.

Selain untuk obat diare daun sawo bermanfaat untuk penyakit radang mulut . Untuk obat radang mulut, ambil dau sawo 1 mangkok cincang dalam 2 gelas air bersih rebus salama 10 menit lalau hasil rebusan buatlah berkumur.
Daun dan batang sawo ternyata mengandung zat-zat yang mempunyai peran penting dalam menyembuhkan penyakit diare, disentri, dan radang mulut. Adapun jenis zat-zat yang terkandung antara lain : didaun (falvonoida dan saponin) sedangkan di batang (tanin dan falvonoida).


Macam- macam jenis sawo di indonesaia Sawo manila kulon, sawo manila betawi, sawo manila malaysia, sawo manila karat, sawo apel lilin, sawo apel kelapa, dan sawo duren. Sawo berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Di India, Sri Lanka, Filipina, Meksiko, Venezuela, Guatemala, dan Amerika Tengah, buah sawo sudah dibudidayakan secara komersial. Di Indonesia, sawo umumnya dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan untuk dinikmati buahnya, terutama di daerah Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Secara fisik tingginya bisa mencapai 15 meter, batang Keras, berkayu, bulat, bercabang dan berwarna coklat kotor. Dari segi daun, berbentuk tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang kurang dari dari 14 cm dan lebar 3-5 cm.
Sementara tangkainya panjang, lebih kurang 1,5 cm, dengan warna hijau mengkilat.
Mudah-mudahan bermanfaat artikelnya, selamat mencoba.
Jengger Ayam
 Tanaman jengger ayam (Celosia cristata) termasuk famili Amaranthaceae. Dinamakan jengger ayam, karena bunga tanaman ini memiliki bentuk mirip pial atau jenggger ayam pejantan. Bunga ini muncul dari ujung-ujung ranting. Warna bunga bermacam-macam, mulai dari merah, kuning, sampai kuning jingga. Bagian atas bunga  terdiri dari lapisan- lapisan padat yang berlekuk secara horizontal dan biasanya berwarna merah keunguan. Sedangkan bagian baweah bunga berbentuk segitiga dengan warna agak muda, karena merupakan kumpulan bunga kecil yang lebih tua. Dari bunga keluar biji. Tatkala masih muda biji berwarna kecokelatan, lalu berubah menjadi hitam ketika sudah tua. Dari biji-biji tua inilah perkembangabiakan tanaman dilakukan.
            Bagian yang berkhasiat untuk pengobatan diare adalah bunganya, yang mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Khasiatnya sebagai anti- inflamasi dan hemostatik. Sediakan 15 gram bunga jengger ayam kering dan juga 30 gram daun jambu biji, lalu lebur dalam 500 ml air. Biarkan sampai mendidih hingga sisa separuhnya. Setelah dingin, air rebusan disaring dan dimakan.

 Jambu Biji

Tanaman jambu biji (Psidium quajava L.) dikenal dengan nama-nama daerah. Di Aceh, disebut ‘glima breueh’, di Jawa dikenal ‘jambu klutuk’, di Bali dinamakan ‘sotong’, di Ambon lebih popular disebut ‘laine hatu’ atau ‘lutu hatu’, dan sebagainya.
            Banyak ditanam di pekarangan sebagai tanaman buah-buahan. Daunnya berbentuk bulat telur, kasar lagi kusam. Bunganya berwarna putih. Daun tersebut mengandung eugenol, minyak lemak, dammar, garam-gara mineral, zat zamak, sedangkan buahnya mengandung asam amino, kalsium, posfor, besi, belerang, vitamin A, B1, dan C.
            Untuk mengatasi diare, ambil 10 lembar daun jambu biji, lalu rajang. Rebuslah dalam 2 gelas air selama 15 menit. Peras, saring, lalu minumlah. Sesuaikan dosisnya dengan umur penderita. Untuk bayi, cukup 1 sendok makan air rebusan jambu biji 3 kali sehari dan setiap kali selesai buang air besar, untuk anak-anak diberi ½ mangkuk air rebusan jambu biji, 3 kali sehari, dan setiap kali selesai buang air besar, dan untuk dewasa diberi 1 mangkuk air rebusan jambu biji, 3 kali sehari, dan setiap selesai buang air besar.
Teratai
            Bunga teratai (Nymphaea sp.) memang eksotik dan anggun. Bunganya terdiri atas banayk helai kelopak, tersusun rapi, dan biasanya mekar 2-3 hari. Keunikan lainnya, beberapa jenis teratai memiliki rimpang (mirip umbi talas) sekitar 10-20 cm, tergantung kondisi lingkungan setempat. Rimpang yang dipotong dari pangkal tanaman lalu dibelah bisa menjadi cikal bakal tanaman baru.
Teratai cenderung tumbuh melebar, sehingga memerlukan ruang yuang cukup luas. Untuk medianya, tanah Lumpur, pasir, dan pupuk kandang. Dalam perbandingan yang sama, ketiganya diaduk merta, dan masukkan kedalam pot sebanyak 3/5 bagian pot. Lalu, pot diisi air sampai penuh. Tunggu seminggu agar terbentuk lapisan Lumpur pada bagian dasar pot. Ini mengingat habitat aslinya teratai.
            Untuk mengobati diare, sediakan 1 lembar daun dan tangkainya, 1 kuntum bunga, dan 2 jengkal akar. Cuci bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan air masak sebanyak ½ cangkir dan sedikit diberi garam, lalu peras, saring. Minum 1-2 kali sehari.




Temulawak
            Temulawak berasal dari jawa, lalu menyebar ke beberapa tempat lain di Indonesia, bahkan sekarang telah dibudidayakan di Mlaysia, Thailand, dan Filipina. Di dunia ilmiah, temulawak disebut Curcuma xanthorrhiza Roxb, di daerah Pasundan disebut ‘koneng gede’ atau ‘temu raya’, karena rimpangnya besar dan tumbuhnya tinggi tegap mencapai 2,5 meter. Di Madura disebut ‘temo labak’.
            Kandungan zat dalam rimpang temulawak adalah kurkumin dan minyak atsiri. Kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti-inflamasi (antiradang), dan anti-hepatotoksik (antikeracunan empedu). Kandungan kurkumin dalam rimpang minyak atsiri berkisar 1,6-2,2 persen dihitung berdasarkan berat kering. Sedangkan minyak atsiri temulawak mengandung phelandren, kamfer, borneol, zanthorrhizol, dan sineal.
            Untuk pengobatan diare, siapkan ½ jari rimpang temulawak, cuci lalu baker sampai tampak hangus. Bersihkan kulit yang hangus, lalu giling sampai halus, kemudian seduh dengan air panas ½ cangkir. Tambahkan 1 sendok makan madu, lalu peras dan saring. Minum 2 kali sehari.

 Serai
Tanaman serai (Andropogon citrates) sebangsa rumput yang berumpun besar. Tanaman ini sering ditemukan di tepi sungai, di tepi rawa, atau di tempat-tempai lain yang dekat dengan air. Ada juga yang menanam serai di seputar pekarangan, selain dimaksudkan untuk bumbu penyedap masakan sekaligus dipakai bahan pengobata. Daunnya berwarna hijau agak keabu-abuan, dan panjang-panjang berbentuk pita. Daun dan minyak serai mengandung sitronelat, geraniol, metilheptenon, terpen, alcohol, dan sebagainya. 
Untuk pengobatan serai, siapkan 10 daun serai muda, cuci bersih dan masukkan ke dalam 2 gelas air, lalu rebus 10 menit. Tambahkan 1 sendok makan gula dan sepotong jahe yang telah diremukan. Bila sudah dingin, saring lalu minum. Untuk orang dewasa, 1 gelas air rebusan sebanyak 3 kali sehari, sedangkan anak-anak ½ gelas sebanyak 3 kali sehari dan setiap kali usai buang air besar.





Bayam Ungu
  Bayam ungu (Althernanthera brasiliana) merupakan tumbuhan liar yang hidup di kebun-kebun kosong atau pinggiran jalan. Tapi ada juga orang yang sengaja menanam bayam ungu sebagai tanaman hias pekarangan. Bunganya mekar seputar Juli sampai September, berwarna ungu, terletak di ketiak daun, dengna panjang sekitar 5-10 cm. daunnya tunggal, duduk berhadapan, permukaannya kasar berbulu, berwarna ungu tua atau ungu kemerahan. Tanaman ini mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, C, dan K.
            Untuk pengobatan diare, sediakan 50 gram daun bayam ungu segar. Cuci sampai bersih, lantas rebus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 15 menit, lalu saring. Setelah dingin, minum sekaligus. Diminum setelah buang air besar juga lebih baik.








Mondokaki
 
Nenek moyang tanaman mondokaki (Tabernaemontana coronaria) berasal dari India, kemudian menyebar ke kawasan Asia Tenggara dan kawasan tropis lain. Mondokaki termasuk tanaman perdu, dengan tinggi sampai 1,75 meter. Daunnya berbentuk bulat telur, bunganya putih dan berbau agak wangi.
            Tanaman mondokaki memiliki nama yang berbeda di setiap daerah. Di Jawa dinamakan mondokai atau ‘bunga rawi’, di Sumatera disebut ‘kembang mentega’, di Nusa Tenggara dikenal ‘bunga nyingin’. Akarnya mengandung zat alkalida yang rasanya pahir, sedangkan daunnya mengandung tabernaoumontain, koronarin, koronandin, vobasin, kortin, lupeol, dan tanin.
            Untuk mengobati diare, carilah 15 gram akar mondokaki, cuci bersih lalu potong-potong. Setelah itu, rebus dengan 600 ml air selama 15 menit hingga tersisa 200 ml. setelah dingin, saring dan minum.

 

 

 

 

 

 

Buah-buahan Untuk Mencegah Flu

http://ghiboo.com/assets/modules/article/images/big/apple_logo_rainbow_fruit-4dc37e70aade8.jpg
Akhir-akhir ini kita sedang dihadapkan dengan cuaca yang ekstrem. Pada saat panas, panas sekali, namun ketika hujan deras dan lama berhentinya. Nah, musim yang tidak menentu seperti sekarang ini, biasanya flu menjadi sakit langganan. Meskipun hanya flu, tetapi sangat mengganggu, untuk itu kita harus menjauhi flu dengan mengonsumsi buah-buahan pencegah flu.

http://arizho.files.wordpress.com/2011/06/apel.jpg?w=300

 Apel ( Malus domestica atau Pyrus malus )

            Sudah tak diragukan lagi kalau buah apel merupakan salah satu sumber antioksidan yang cukup populer saat ini. Antioksidan yang terkandung dalam satu buah apel sama dengan 1500mg vitamin C. Selain itu, buah apel juga sarat akan flavanoid protective yang sangat bermanfaat dalam mencegah terjadinya serangan jantung dan kanker.
http://aquarief.files.wordpress.com/2008/09/papaya1.jpg?w=640
 
Pepaya(CaricaPapaya)

Dengan 250% RDA dari vitamin C yang terdapat dalam buah pepaya ternyata dapat menghindarkan sistem tubuh  dari demam. Kandungan beta-caroten, vitamin C dan vitamin E dalam pepaya mengurangi peradangan yang terjadi di dalam tubuh dan mengurangi timbulnya asma.
http://ruddabby.files.wordpress.com/2010/07/cranberry.jpg?w=614

 
Cranberry(VacciniumMacrocarpon)

Cranberry mengandung antioksidan yang cukup tinggi melebihi buah dan sayur pada umumnya. Satu sajian cranberry memiliki kandungan antioksidan 5 kali lebih banyak dibandingkan brokoli. Cranberry merupakan probiotik alami yang membantu memperbanyak bakteri baik dalam tubuh dan melindungi nya dari penyakit yang terbawa dari makanan.
http://arizho.files.wordpress.com/2011/06/jeruk2bbali.jpg?w=300

 
Jeruk Bali  (Citrus maxima Merr.)
Jeruk Bali sarat akan vitamin C, selain itu jeruk Bali mengandung senyawa alami yang disebut Limonoids yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Jenis jeruk bali merah adalah sumber yang sangat potensial untuk melawan kanker karena kandungan lycopennya.
http://arizho.files.wordpress.com/2011/06/banana1.jpg?w=300

 Pisang(Musa.sp.)
Pisang menjadi salah satu sumber vitamin B6 tertinggi dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Pisang bisa mengurangi rasa letih, depresi, stres, dan insomnia(sulit tidur). Kandungan magnesium nya yang tinggi menjaga agar tulang kuat. Sedangkan potasium membantu mencegah serangan jantung dan tekanan darah tinggi.


2.2 Manfaat Dari Artikel
            Pembaca diharapkan bisa mengenal lingkungan dan tumbuhan atau buah apa saja yang bisa dijadikan obat.
2.3 Tujuan
Disini kita bisa memanfaatkan tanaman yang mungkin kita awalnya tidak tahu bisa dijadikan obat seperti demam berdarah, diare, flu, dan yang lainnya. Kita juga harus bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitar, selain dengan obat herhal tersebut kita bisa menceghnya sebelum kita terjangkit. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Kesehatan adalah hal utama yang harus kita jaga, jangan biarkan penyakit masuk ke tubuh kita, apalagi di saat musim hujan, kita harus bekerja ekstra untuk menjaga kesehatan.
            Jika kita ingin mencegah agar penyakit tidak mudah menyerang , kita bisa menggunakan buah ataupun tanaman yang ada di sekitar kita, misalnya jambu biji, pepaya, sawo, apel dan yang lainnya, agar kita tidak terlaku tergantung dengan obat.        

3.2 Saran
 Jika kita berhati-hati dalam menjaga kesehatan baik dengan menjaga kebersihan tubuh maupun dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita akan terhindar dari penyakit. Karena langkah awal kita yang mungkin belum pernah terwujud adalah mencapai hidup bersih dan lingkungan bersih, karena masih banyak tempat di Indonesia yang jauh dari kata bersih, bahkan masih terbilang kumuh. Apakah langkah ataupun tindakan kita dengan pemerintah agar Indonesia menjadi bangsa yang bersih dan sehat ?
Bisakah kita lakukan itu ?... PASTI BISA
















DAFTAR PUSTAKA

http://health.ghiboo.com/buah-buahan-penangkal-flu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar